Hari ke 24 Puasa 1441 H, Interaktif Ramadhan Virtual UMI membahas “Meraih Kemenangan” dengan Narasumber Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd/Kepala Humas UMI. Hadir Host Dr. M. Ishaq Shamad, M.A, Muh.Ilham, M.Si, Drs. H. Abd.Hamid Sulaiman, M.Hum, dan Husain Assegaf, S.Ag serta sejumlah mahasiswa dan siswi SLTA (Ahad, 17/5).

Dr. Hj. Nurjannah Abna menjelaskan kemenangan diraih bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19 ini, karena kita mampu menahan diri dari lapar, dahaga dan hawa nafsu serta sabar menghadapi musibah.

Apakah dengan datangnya nanti idul fitri, kita dapat meraih kemenangan sebagai orang yang beriman dan bertaqwa? atau Apakah kita sudah yakin akan memperoleh ampunan dari dosa yang pernah dilakukan?

Selanjutnya, apakah ibadah yang rutin, baik wajib atau sunnah, kita tetap komitmen untuk menjalankannya diluar bulan Ramadhan? Jika semua itu, terjawab dengan baik, maka kesuksesan dapat diraih. Sebab umat Islam yang menang, adalah orang mukmin dalam menjalankan ibadah, masih berkomitmen untuk menjauhi segala maksiat yang mengarahkan kepada dosa.

Orang sukses dan menang, manakala ia sudah mampu menahan diri, dengan menjaga lisan dan perbuatan yang tidak menyinggung orang lain. Demikian pula jika ada orang lain yang menyinggung dirinya, maka akan mudah memaafkannya. Meraih kemenangan, dengan kembali kepada fitrah, yakni puasa yang dijalankan, bukan hanya menahan diri dari lapar dan dahaga, tetapi ia juga mampu menjaga panca indra dari perbuatan dosa, jelasnya.

Host Dr. M. Ishaq Shamad, mempertanyakan kemenangan apa yang diraih dari bulan Ramadhan? Jika memenangkan sesuatu, pastilah orang yang menang itu, akan senang.

Drs. H. Abd. Hamid Sulaiman berpendapat kemenangan yang diraih, adalah kemampuan mengendalikan diri dan istiqamah melakukan kebaikan di luar bulan Ramadhan, sebagaimana Q.S Fusshilat, yang balasannya adalah surga.

Sementara itu, M. Ilham, M.Si memandang dari perspektif komunikasi, bahwa inti kemenangan adalah ketika ia mampu menangkap pesan dari Al-Qur’an. Namun terkadang pesan itu sering tidak sampai ke umat dengan baik.

Di bulan Ramadhan, di balik adanya Covid-19, banyak sekali pesan. Misalnya, dulu silaturrahim dengan bersalaman, sekarang justru tidak bisa bersalaman. Ternyata begitu besarnya nikmat Allah dengan silaturrahim, namun saat ini silaturrahim sangat mahal, seakan-akan rindu untuk bertemu.

Pesan dari Covid 19, banyak sekali, misalnya dengan kebersihan (rajin mencuci tangan), termasuk data orang miskin yang dulunya banyak yang tidak valid, sekarang sudah muncul semua orang-orang yang memang betul-betul miskin, jelasnya.

Selanjutnya, para pemimpin dibutuhkan kemampuannya untuk memberi pesan yang bisa menenangkan masyarakat dalam menghadapi situasi saat ini, jelasnya.

Ditambahkan, mengutif pendapat Prof. Nasaruddin Umar, bahwa orang yang menang di bulan Ramadhan, adalah orang yang mampu menjadi selebriti langit, dengan ibadah yang dilakukan tidak diketahui oleh orang lain, jelasnya.

Sementara itu, Dr. Nurjannah Abna menyatakan, kemenangan di bulan Ramadhan, adalah perubahan pola pikir, untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan dalam hidup. Bulan Ramadhan merupakan bulan kemenangan bagi umat Islam, dengan kemampuan mengelola pesan dengan baik.

Semoga kita bisa menjadi selebriti langit, manakala kualitas ibadah kita semakin baik, sehingga kita termasuk orang beriman dan bertaqwa yang selalu didoakan oleh para malaikat, dan dicatat kebaikannya dengan baik, kuncinya.

(HUMAS)