Sebanyak 750 mahasiswa Universitas Muslim yang mengikuti program pencerahan qalbu di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe Pangkep, dipulangkan, hal ini mengacu kepada Protokol Disaster & Instruksi Rektor UMI, hari Senin 16 Maret 2020, salah satu pointnya adalah menangguhkan seluruh kegiatan belajar mengajar serta kegiatan kemahasiswaan di kampus dalam rangka pencegahan dan antisipasi penyebaran covid-19, termasuk kegiatan pencerahan qalbu di Pesantren UMI Padanglampe hal ini disampaikan Ketua Crisis Centre UMI, Prof.Dr. H. Hatta Fattah,MS yang didampingi Sekretaris Tim, Dr. Ir. H. Zakir Sabara ST.,MT.,IPM., Asean.Eng, saat ditemui di Menara UMI lt 9 (17/3).

Prof. Hatta menyampaikan bahwa seluruh peserta pencerahan qalbu, .sebelum pemulangan, dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Medis Fakultas Kedokteran Umi di lokasi pesantren dan jika bagi mahasiswa yang dalam kondisi kurang fit (flu dan batuk) dipisahkan dalam bus khusus yang selanjutnya dilanjutkan pemeriksaan di RSI Ibnu Sina Yayasan Wakaf UMI.

Alhamdulillah, kemarin sore, semua proses pemulangan peserta yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI, berjalan lancar serta selanjutnya mengikuti Online Learning selama proses Lock Down UMI berlangsung sampai tanggal 5 April 2020.

Sementara itu, Sekretaris Tim, Dr. Zakir Sabara, menambahkan bahwa banyak yang bertanya kepada kami, kenapa mahasiswa ditarik dari lokasi pesantren, padahal lokasi pesantren “dianggap” steril . Hasil rapat Rektor dan anggota senat bersepakat bahwa Insya Allah lokasi pesantren yang berjarak 70 KM dari Kota Makassar aman dan steril, tapi tidak ada yang bisa menjamin para pengunjung dan pembesuk yang datang serta interaksi yang berlangsung disana aman dan steril.

“Itu salah satu pertimbangan utama disamping berbagai pertimbangan lain sehingga kami memutuskan Pesantren Darul Mukhlisin juga menjalankan proses LOCK DOWN,” tambah Dr, Zakir yang juga Dekan FTI UMI ini.

Kepada anak-anakku mahasiswa, kami sampaikan terima kasih atas pengertiannya, pesan kami ke anak-anakku adalah “Bukan berapa lama anda mengikuti pencerahan qalbu, tapi seberapa serius dan fokus anda sewaktu mengikuti program itu”, harap alumni FTI UMI ini.

(HUMAS)