Rangkaian Milad ke 63, Universitas gelar Seminar Ilmiah ‘Soft Skills Penentu Kesuksesan di Era 4.0’, yang dibagi dalam dua sesi dengan menghadirkan  pembicara Motivator Nasional Pemegang Rekor Muri, Dr. Ir. Abdul Basith, MSc. Seminar ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran (FK) UMI, Lt. 5, Jumat (5/7/2019). Dalam agenda seminar, dilakukan dua sesi yakni khusus dosen UMI untuk sesi pertama dan alumni hingga mahasiswa sesi kedua, hal ini disampaikan Wakil Rektor III UMI, Prof. Dr. H. La Ode Husen, SH.,MH. yang didampingi  Ketua Panitia Seminar, Dr. Ir. Hj. Rabiah Busaeri,MS , saat ditemui, disela acara Seminar.

Guru Besar Fakultas Hukum UMI ini menambahkan,   seminar ilmiah ini merupakan rangkaian Milad UMI ke-65 yang jatuh pada  23 Juni 2019 lalu.  “Dengan adanya seminar ini, akan menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kinerja  bagi proses pembentukan karakter bagi dosen dan mahasiswa UMI dalam proses belajar mengajar  dan  Alhamdulillah kegiatan ini cocok sekali dengan tema saat ini. Sebab kami memiliki program untuk mahasiswa sejak awal dibekali dengan kegiatan pembentukan karakter,” jelas Prof. H. La Ode Husen yang juga Ketua Panitia Milad UMI ke-65.

Sementara itu, Dr. Ir. Abdul Basith dalam pemaparannya yang memukau peserta, mengatakan  “Soft skill yang kurang dari mahasiswa kita, kurang tekun, kurang teguh, kurang disiplin dan sebagainya. Sangat penting tapi tidak diajarkan. Jadi saya memilih itu untuk disampaikan.

Ia menjelaskan, tema ini sebenarnya program L2Dikti dan telah dijalankan pada 2010 lalu diseluruh universitas di Indonesia. Bahkan, L2Dikti memberikan dana setiap kampus sebesar Rp. 150 juta sampai Rp. 300 juta untuk memuat kurikulum bermuatan Soft Skills.  Hanya saja, program tersebut tidak dilanjutkan secara terus menerus.  Sebab seluruh universitas tersebut dituntut untuk menjalankan program tersebut tanpa harus dipandu L2Dikti. “Dari tahun 2010 sejak Direktorat Akademik yang dulu. Jadi semua dosen harus mulai memikirkan cara menyampaikan Soft Skills untuk memaparkan kepada anak didiknya,” papar Dr. Ir. Abdul Basith yang juga dosen IPB Bogor ini.

(HUMAS)