Sivitas Akademika UMI Memperingati Nuzulul Qur'an Via Online (15 Mei 2020)

Posted by Umi Makassar on Thursday, May 14, 2020

Makassar, umi.ac.id – Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE.,M.Si. dalam sambutannya dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an 1441 UMI via daring, Jumat (15/5/2020) menjelaskan sejumlah manfaat Al Qur’an bagi kesehatan, hingga menyembuhkan penyakit.

Prof. Mansyur Ramly menceritakan riwayat hingga sederet riset perihal manfaat Al Qur’an bagi kesehatan. Riwayat seorang sahabat Nabi yang membacakan Al Fatihah teruntuk seorang Raja atau kepala kampung yang menderita gigitan ular dan kalajengking.

Dalam kesempatan itu, putra pelopor pendirian kampus UMI, KH. Muhammad Ramli menjelaskan “Dua sebutan Al Fatihah dari banyak sebutan yakni Al Syifa dan Al Quqyah itu maknanya adalah untuk kesehatan. Raja itu langsung sembuh setelah dibacakan Al Fatihah,” papar Prof. Mansyur Ramly.

Dalam keterangannya, Prof. Mansyur Ramly menyebutkan, cerita di atas diabadikan dalam Hadits Riwayat Al Bukhari dan Muslim dari Said Al Khudri.

Selanjutnya, dipaparkan Prof. Mansyur Ramly, adalah temuan mashur peneliti Al Quran bernama Muhammad Salim. Hasil penelitian yang dikompilasi dari riset sebelumnya oleh Dr. Ahmed Al Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat ini, menemukan bahwa mendengarkan Al Quran dapat memberikan dampak baik bagi psikologi, yang tentunya mempengaruhi kesehatan biologis.

“Penelitian ini dipublikasi Universitas Bolton. Itulah kenapa membaca Al Quran sebaiknya menggunakan lagu dan suara lantunan yang indah ini dapat memberikan keseimbangan jiwa,” beber Prof. Mansyur Ramly.

Kata Prof. Mansyur Ramly, melanjutkan, sebagai jamaah yamg masih memperingati Nuzulul Qur’an patut bersyukur karena ide-ide yang baik dari pendahulu ternyata memberikan pengetahuan dan kebudayaan yang baik, serta terus terjaga.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, H. M. Mokhtar Noerjaya mengatakan UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah meski menghidupkan tradisi dan kebudayaan kampus yang Qurani.

“UMI yang Islamis menjadi corong kehidupan Qurani. Di tengah Corona, penting mentadabburi Quran agar menguatkan jiwa kita semua,” papar Mokhtar Noerjaya.

“Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT agar mampu melewati corona dan kita semua kembali beraktifitas seperti sedia kala,” tutup Mokhtar Noerjaya.

Peringatan Nuzulul Qur’an diikuti oleh seluruh dosen, jajaran Pimpinan fakultas, Direktur PPS UMI, Ketua Lembaga, Kepala Perpustakaan, Rektor dan Wakil Rektor, Ketua Pembina, Ketua Pengurus, Ketua Pengawas beserta jajaran Pengurus Yayasan Wakaf UMI.

(HUMAS)