UMI Makassar – Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Suryabakti memberi Kuliah Umum tentang Wawasan Kebangsaan di acara pembukaan Pekan Pesantren MABA UMI Gelombang ketiga, dihadiri seluruh anggota Senat UMI dan sebanyak 773 MABA UMI, terdiri dari mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Farmasi dan Fakultas Pertanian (26/8).

Ketua Panitia Prof.Achmad Gani dalam laporannya mengharapkan agar MABA UMI dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan semangat, dimana salah satu kegiatannya adalah shalat tahajjud pada dini hari. Mungkin ada diantara MABA yang belum pernah ikut shalat tahajjud. Diharapkan juga mengikuti seluruh materi dengan baik.

Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A dalam sambutannya mengajarkan yel-yel UMI, serta memperkenalkan semua anggota senat UMI, mulai dari para Wakil Rektor, Dekan, dan Ketua Lembaga. Kemudian Rektor UMI berterima kasih kepada Bapak Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Suryabakti yang bersedia menyampaikan materi pada Pekan Pesantren MABA UMI di Padanglampe.

Dalam Kuliah Umum, Panglima Kodam VII Wirabuana menyampaikan harapan kepada Mahasiswa UMI sebagai calon pemimpin masa depan. Sebuah kebanggaan bisa hadir dihadapan MABA UMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sangat mengapresiasi UMI yang menyambut MABA dengan Pekan Pesantren yang bebas dari OPSPEK. Pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa memiliki andil yang besar. Dari Pesantren muncul pemimpin bangsa yang memperjuangkan negara.

“Ini adalah salah satu solusi dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman. Sebelum MABA bersentuhan dengan kajian Iptek, digiring dulu kepada iman dan taqwa dengan kegiatan Pekan Pesantren. Karena itu, ini langkah yang tepat dan membanggakan diawali dengan nilai-nilai iman dan taqwa,” jelasnya.

Peran mahasiswa memahami wawasan kebangsaan dengan memahami bahwa Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk itu dibutuhkan pemehaman tentang bangsa Indonesia dilandasi dengan karakter agama yang dapat bergaul dengan beragam agama dan suku bangsa di dunia.

Panglima Kodam VII Wirabuana sangat mengapresiasi Ibu Rektor UMI yang tegas dalam melarang mahasiswa UMI Demo Anarkhis, kemudian disambut aplaus dari peserta. Harapannya ke depan agar mahasiswa UMI dapat menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu, dan bisa bekerja dengan baik.

(Humas UMI)