UMI Makassar – Persoalan penyiapan sumber daya bangsa saat ini, terjadi krisis jati diri, nilai-nilai karakteristik dan intensitas kebangsaan: degradawu wasbang. Turunnya semangat nasional.budaya kekerasan, tawuran, sex bebas, gank motor, dsb. Hal ini disampaikan Pangdam VII Wirabuana mengawali ceramah yang disampaikan dengan tema ‘Membangun Generasi Muda Berwawasan Kebangsaan yang mempunyai Integritas dalam Rangka Ikut Menjaga Kebutuhan NKRI didepan peserta pekan pesantren mahasiswa baru UMI angk. 3 (22/8) yang juga dihadiri wakil bupati Pangkep, ketua pengurus Yayasan Wakaf UMI H.Mokhtar Noer Jaya, rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA, para wakil rektor, pimpinan fakultas/ketua lembaga dan pengurus bem UMI.

Lanjut dikatakan, untuk mengatasi hal tersebut perlu wawasan kebangsaan dengan melihat secara utuh sejarah bangsa, pancasila, UUD 1945, bhinneka tunggal ika. NKRI dalam membangun generasi muda yang berwawasan kebangsaan yang berkarakter, paham rasa semangat nasionalisme dengan metode pendidikan formal dan informal.

“Sosialisasi dan dialog. pembinaan mental, keteladanan, sinergitas stakeholder terkait. Selain itu, menyikapi pengaruh global siap secara pengetahuan dan siap secara moral,” ujar Bahtiar.

Didepan peserta pekan pesantren angk.3 yang berjumlah 785 mahasiswa Fakultas Hukum ini juga menyemangati peserta sebagai generasi muda yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa kedepan.

Sementara itu, rektor UMI menyampaikan bahwa kegiatan pekan pesantren dilaksanakan selama 6 anngkatan dari tgl 18 s.d 30 di pondok pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe sebagai bentuk penyambutan mahasiswa baru yang dikemas dua hari setiap angkatan untuk lebih meningkatkan kompetensi spiritual dengan kegiatan yang bernuansa keagamaan.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!