Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia akan menyelenggarakan 1st International Conference on Health Sciences in Developing Countries bertajuk “Sustainable Innovation to Improve Public Health Status in Developing Countries “ pada 16-17 November 2019 mendatang. Konferensi internasional ini diselenggarakan atas dasar kepedulian terhadap perkembangan ilmu kesehatan di negara berkembang.

Hal ini disampaikan Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Dr. Arman, SKM., M.Kes. saat ditemui di ruang kerjanya di Kampus Pascasarjana UMI, Senin (28/10). Dr. Arman menambahkan bahwa urgensi dari konferensi internasional ini. “Urgensinya adalah kesenjangan kualitas hidup di negara berkembang mengkhawatirkan, sedangkan negara berkembang diharapkan mampu menjalin jejaring internasional untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menuntut program yang inovatif dan berkelanjutan”, ungkapnya.

Dr. Arman mengurai beberapa tujuan yang hendak dicapai melalui penyelenggaran konferensi internasional bidang ilmu kesehatan ini. “Diantaranya, pertama membangun sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan dalam menghadapi masalah kesehatan di negara berkembang, kedua, sebagai wadah untuk memperoleh solusi terhadap masalah kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahtreaan masyarakat. Ketiga, menciptakan kebijakan strategis yang mendukung pemerataan dalam pelayanan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan, pelayanan berkaulitas, pemenuhan kebutuhan, keadilan, efisiensi, dan efektivitas dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat”, urainya.

“Pembicara kunci yang akan tampil dalam panggung konferensi internasional ini diantaranya Prof. Sakakibara, Ph.D. dari Ehime University, Jepang, Prof. Guy Daly dari Convetry University, Inggris, Dr. Surindar Kishen Dhesi, MPH., Grad. ISOH dari Birmingham University, Inggris, Prof. Ali Ghufron, PhD, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M. Agr., Gubernur Sulawesi Selatan, dan Hasriwiani Habo Abbas, SKM.,M.Kes., PhD. Dari Universitas Muslim Indonesia. Keseluruh pembicara kunci yang berasal dari Jepang, Inggris dan Indonesia ini akan disaksikan 200 orang peserta yang berasal dari negara-negara Asia”, terang Dr. Arman.

Merespon rencana penyelenggaraan konferensi internasional tersebut, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E., M.Si. mengapresiasi rencana Pascasarjana UMI dan berharap konferensi ini dapat menjadi ajang pertukaran gagasan, serta menjadi penopang menuju perguruan tinggi berkelas dunia. “Terima kasih atas kerja keras panitia I-CHEDEPY yang telah mempersiapkan konferensi internasional ini. Semoga ikhtiar yang dilakukan ini menjadi salah satu penopang dalam menjadikan UMI sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. Tentu kita semua harus bersinergi agar capaian-capaian besar dapat diraih bersama”, tutupnya.

(HUMAS)