UMI Makassar – Pelaku bisnis di Makassar memperkirakan tahun 2017 nanti kemungkinan pertumbuhan ekonomi tetap melambat kendati demikian bukan berarti tidak mengalami perkembangan. Karena itu dibutuhkan kiat khusus mensiasati agar tetap on progress.

Pandangan itu disampaikan Andi Hudli Huduri (Regional Manager PT Panin Bank KTI), saat diskusi “Outlook Ekonomi 2017” yang digelar FAJAR di Aula Fakultas Teknologi Industri UMI, Rabu 21 Desember 2016.

Dikatakan, Hudli prediksi pertumbuhan ekonomi ke depan masih melambat seiring dengan kondisi perekomian nasional dan global yang juga melambat.

“Tahun 2016 kita absen menggelar dua event besar Panin Autoshow dan Panin Property karena memang situasi tidak memungkinan. Pertumbuhan sangat melambat dan kami perkirakan 2017 ini kemungkinan tetap melambat. Indikatornya hingga akhir triwulan III banyak perusahaan mengeluh dan tak mencapai target,” ungkap Hudli.

Sementara itu, Presiden IMA Chapter Sulsel Hariyadi Kaimuddin mengatakan, ekonomi melambat tapi tetap ada optimisme di tahun 2017. “Mungkin tak sekencang tahun 2013 atau 2014 silam. Yang harus diantisipasi adalah bagaimana keluar dari perlambatan itu.

“Kita tetap optimis karena pertumbuhan tetap tumbuh meski ada keterlambatan. Yang penting kan tidak minus. Kita harus kreatif dan inovatif. Jadi jangan jadikan pertumbuhan lambat ini sebagai kambing hitam. Marketing Toyota turun 30 persen nasional, tapi ini bukan berarti turun. Jadi spirit yang peelu dipelihara sembari membuat terobosan dan inovasi,” kata CEO Kalla Toyota itu.

Hadir tiga pembicara lain yakni, Dirut IMB Group Andi Rahmat Idris Manggabarani, President IMA Chapter Makassar Hariyadi Kaimuddin, Vice President Garuda Indonesia Ragion VI Makassar  Dian Ediono dan  dipandu Faisal Syam (Direktur Harian FAJAR ).

(Humas UMI)