Makassar, umi.ac.id – Secara Geografis Pulau Salemo merupakan daerah pesisir berada pada posisi 04042’28.8” LS dan 119026’56.4 BT, dengan batas-batas administrasi sebelah Utara berbatasan dengan Selat Makassar, Sebelah Timur berbatasan dengan pesisir pangkep, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Mattiro Kanja, dan Sebelah Barat berbatasan dengan Mattiro Walie.

Berdasarkan BPS Tahun 2015 luas wilayah Desa Mattiro Bombang2.200 Ha, 6.71 Ha. Penduduk Pulau Salemo sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap tradisional yang masih menggunakan alat tangkap jaring sederhana seperti Rakkang, Bubu, Jaring Arad, dan Jaring Tiga Lapis.

Perikanan Bagan Tancap merupakan suatu alat tangkap tradisional yang keberadaannya di Sulawesi Selatan masih dipertahankan oleh masyarakat nelayan yang hidup di sekitar pantai Sulsel karena mempunyai beberapa kelebihan.

Diantaranya, secara teknis mudah dilakukan, investasinya terjangkau oleh masyarakat, merupakan perikanan rakyat yang telah digunakan oleh masyarakat di wilayah pesisir dan sekitar pulau-pulau kecil secara turun-temurun, hasil tangkapannya selalu ada walaupun terkadang jumlahnya sedikit, dan menyerap tenaga kerja keluarga, serta teknologinya sangat sederhana

Berdasarkan nilai ekonomis dan tingkat pemanfaatan ikan hasil tangkapan bagan tancap, maka hasil tangkapan dibagi menjadi menjadi 3 kategori yaitu hasil tangkapan ekonomis (utama), hasil tangkapan kurang ekonomis (tangkapan sampingan) dan hasil tangkapan tidak ekonomis.

Ikan tangkapan kurang ekonomis atau istilah lain tangkapan sampingan (by-catch) adalah jenis ikan-ikan tidak diinginkan yang tertangkap secara tidak sengaja karena keterbatasan alat tangkap untuk memilih tangkapan. Tangkapan tidak ekonomis atau istilah lain adalah tangkapan buangan (discard), adalah ikan yang tidak dikonsumsi sehingga dibuang kembali ke laut (Iskandar, 2011) dan hasil tangkapan buangan ini yang akan dimanfaatkan nelayan sebagai pakan ikan keparu.

Pengabdian pada masyarakat (PkM) UMI yang dibiayai oleh UMI melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) yang telah dilakukan oleh Dr. Ir. Hasrun, M.Si, dan Dr. Ir. Kasmawati, M.Si, berlangsung di Keramba Jaring Apung Pulau Salemo, Kabupaten Pangkep.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 13 Agustus sampai 15 Agustus 2020 pada kelompok Budidaya “ Ikan Kerapu di Pulau Salemo didampingi oleh alumni/mahasiswa. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah metode pelatihan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak mungkin peran serta mitra dalam kegiatan ceramah, diskusi, praktek dan pendampingan dalam rancang bangun alat tangkap bagan tancap mini.

Hasrun mengungkapkan, hasil dari program kemitraan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan/ pelatihan dan pendampingan ini adalah terjadinya peningkatan, pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan anggota kelompok mitra.

“Untuk dapat pertama membuat dan merancang cara merancang alat tangkap bagan tancap mini, ke dua dapat mengoperasikan alat tangkap bagan tancap mini pada daerah pesisir pantai, ke tiga mitra mampu mengetahui jenis-jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting dan hasil tangkapan buangan,” tutupnya.

(HUMAS)