Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) tidak henti-hentinya melakukan terobosan, khususnya dalam menangani situasi saat ini yang sedang digembur Coronavirus Disease (Covid-19).

Terbaru, UMI membuat program strategis lewat Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) UMI terkait Covid-19 dengan pembekalan KKN UMI Via Daring , bertajuk ‘Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dalam Pencegahan dan Antisipasi Dampak Covid-19.

Setelah membuka acara secara resmi, , Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E, M.Si menyampaikan materi secara virtual lewat video teleconference zoom ini, terkait kemajuan teknologi di sector kesehatan, khususnya dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, saat ini telah banyak ditemukan perkembangan dan kemajuan teknologi, salah satunya adalah Artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

“Baru-baru ini sudah banyak yang berusaha menciptakan alat artificial intelligence yang membantu perawat di Rumah Sakit untuk menangani Covid-19,” papar Prof Basri Modding.

Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI ini menganggap, sebagai mahasiswa yang melek kemajuan teknologi diwajibkan memahahami terobosan seperti ini mulai dari cara mengoperasikannya hingga mengontrolnya.

“Ini artinya bahwa tenaga manusia akan diganti, akan berkurang, dan diambil alih oleh tenaga Artificial intelligence. Kecerdasan buatan, tentu anda harus dapat mengerti,” tutur Prof Basri Modding.

Yang tidak kalah penting kata Mantan Direktur Program Pascasarjana UMI ini, adalah bagaimana menjadi manusia yang berakhlaq, terlebih saat melaksanakan tugas pengabdian masyarakat bertemakan kuliah kerja nyata itu.

Guru besar Fakultas ekonomi dan Bisnis UMI ini mencontohkan 4 akhlak Rasul yang menjadi suri tauladan bagi kita yang disebutkan dalam salah satu ayat al Qur’an. Kepribadian Rasulullah SAW langsung menerjemahkan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan masyarakat. Diantaranya, Rasulullah memiliki akhlak lemah lembut terhadap sesama manusia, senantiasa bersikaf lapang dada, memaafkan, mentradisikan kehidupan musyawarah dalam setiap mengambil keputusan dan Rasulullah senantiasa berkomitmen untuk menetapkan suatu rencana, lalu bertawakkal kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ketua LPkM UMI, Prof. Dr. H. Ahmad Gani, M.Si., mengatakan bahwa KKN Tematik penanggulangan Covid-19 ini menyasar dua tempat. Pertama adalah kembali ke kampung halaman dengan melibatkan LPM Kelurahan dan LPM Pedesaan, Gugus Tugas Covid-19, Dinsos setempat, Pemdes setempat, dan puskesmas setempat. Yang kedua, melaksanakan program aktivitas sosial, daerah kumuh wilayah pesisir, bantaran kanal, dan puskesmas.

Lanjut dikatakan, program KKN Tematik dalam pencegahan dan antisipasi dampak Covid-19 ini mengandung tiga unsur, yaitu kesehatan, social, dan ekonomi, ujar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

(HUMAS)