Mahasiswa UMI dari Tim PKM-M Braille meraih predikat Juara I dalam lomba PKM Competition Fakultas Ilmu Komputer dengan judul PKM-M yaitu “Penerapan Al-Qur’an Braille Interpreter Glove Bagi Tunanetra Mengatasi Buta Aksara Arab di SLB-A Yapti Makassar”, Minggu (19/1).

lomba ini diadakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) KABAMAFIKOM (Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer) Universitas Muslim Indonesia yang diikuti oleh 25 tim yang mengajukan proposal dan menyisakan finalis 7 proposal untuk dipresentasikan di hadapan para juri. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan membangkitkan semangat dan memberi penghargaan kepada mahasiswa yang antusias dalam mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh KEMENDIKBUD (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia).

Selain itu, lomba ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempersiapkan segala hal secara matang, baik itu proposal maupun skill presentasi yang akan bermanfaat bagi mahasiswa ketika nantinya dinyatakan lolos seleksi pendanaan PKM dan melakukan presentasi pada saat Monitoring & Evaluasi (MONEV).

Tim PKM-M Braille terdiri dari 3 anggota, yaitu Muhammad Alim Abdi (Fakultas Ilmu Komputer), Dwi Nur Halizah (Fakultas Agama Islam), dan Afif Zuhdi Ramadhan (Fakultas Teknologi Industri) yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Ilmu Komputer ibu Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng.

Dengan mengangkat judul “Penerapan Al-Qur’an Braille Interpreter Glove Bagi Tunanetra Mengatasi Buta Aksara Arab di SLB-A Yapti Makassar”, tim PKM-M Braille berharap dapat membantu pengajar dan orangtua siswa dalam menerapkan media edukasi kepada siswa, baik di sekolah maupun di rumah, serta memudahkan siswa tunanetra dalam proses belajar membaca Al-Qur’an Braille. Hal ini dilatar belakangi karena melihat kondisi mitra yang belum mempunyai media pembelajaran Al-Qur’an Braille berbasis interpreter glove, sehingga metode pembelajaran yang digunakan masih kurang efektif.

Di samping itu, kurangnya pengajar yang dapat membaca Al-qur’an Braille juga menjadi permasalahan dalam pembelajaran di sekolah ini. Untuk mencapai hal tersebut, tim PKM-M Braille akan melakukan beberapa tahapan guna memaksimalkan hasil yang diharapkan. Tahapan itu terdiri dari 7 tahap, yaitu tahap sosialisasi tahap pengadaan dan pengujian media edukasi, tahap penyuluhan, tahap pelatihan, tahap pre test, penerapan, dan post test.

Pemaparan program kegiatan akan dilakukan pada tahap sosialisasi. Kemudian, tim PKM-M Braille akan melakukan pengadaan media edukasi berdasarkan hasil studi literatur lalu menguji kelayakan media edukasi. Selanjutnya, dilakukan penyuluhan kepada pengajar dan siswa tunanetra SLB-A Yapti Makassar dengan memberikan bekal berupa meteri. Praktek langsung tentang cara penerapan media edukasi juga akan diberikan kepada pengajar dan orang tua siswa ditahap pelatihan, agar nantinya media edukasi ini akan terus diterapkan walaupun kegiatan telah berakhir.

Kemudian, tim PKM-M braille akan melakukan pre test yang bertujuan untuk mengetahui jumlah anak yang belum paham membaca Al-Qur’an Braille.

Penerapan media edukasi akan dilakukan dengan melakukan pendampingan di SLB-A Yapti Makassar, yang diharapkan pada pelaksanaanya dapat meningkatkan jumlah siswa yang sebelumnya tidak paham menjadi paham dalam membaca Al-Qur’an Braille dengan menggunakan media edukasi.

(HUMAS)