Penggelaran Sarjana Hukum Periode I Tahun 2012 Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, diikuti 354 alumni Fak. Hukum dilaksanakan di Taman Fakultas Hukum Kampus II UMI Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Kamis 24 Mei 2012.

“Status anda saat ini bukan lagi sebagai mahasiswa Fak. Hukum UMI, tetapi sudah menjadi alumni, sehingga status kita sama yaitu sama-sama Sarjana Hukum, dan kita sudah menjadi teman sejawat, dan anda harus faham walaupun sama-sama sarjana hukum tetapi tidak boleh saling mendahului,” kata Dekan Fak Hukum UMI H. Hasbi Ali, SH, MS.

Ditambahkan pula bahwa para dosen harus memperhatikan kualitas, karena saat ini persaingan semakin ketat. Kedepannya, penilaian mata kuliah harus lebih diperhatikan mutu luaran dan kesempatan kerja. Era global saat ini harus menjadi perhatian, khususnya para sarjana hukum yang baru karena persaingan dunia kerja semakin ketat, dan tidak menutup kemungkinan para sarjana hukum dari luar negeri akan membuka praktek di Indonesia. Ini harus disikapi dengan peningkatan mutu luaran, sehingga dapat bersaing.

Namun demikian para sarjana hukum tidak perlu berkecil hati, karena peluang dan lapangan kerja bagi sarjana hukum terbuka lebar, karena ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak bisa dimasuki oleh orang di luar sarjana hukum yaitu pengacara, notaris, hakim dan jaksa, sementara sarjana hukum bisa masuk diberbagai jenis pekerjaan dari sarjana lain.

Hanya saja, sarjana hukum memiliki beberapa kelemahan yaitu susah diatur, susah di ajak berunding dan suka mencari kesalahan orang. Tapi kami yakin sarjana hukum yang dilahirkan UMI, tidak memiliki kelemahan tersebut karena mereka lahir dari lembaga pendidikan dan dakwah dengan perpaduan fikir dan zikir melalui proses kegiatan pencerahan qalbu.

Alumni yang telah dihasilkan Fakultas Hukum UMI sampai saat ini sebanyak 8551 alumni.

“Alumni Fak. Hukum UMI harus beda dengan alumni Fak. Hukum lain, karena Fakultas Hukum UMI merupakan satu-satunya yang terakreditasi A di luar jawa, sehingga alumninya pun harus memiliki nilai lebih dibanding yang lain,” ungkap Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor IV Prof Dr Ir H Abdul Makhsud, DEA.

Setelah meraih gelar sarjana, jangan merasa sombong dan bangga dengan gelar yang telah diraih, walapun sudah bergelar sarjana tetap harus tunduk dan hormat kepada orang tua.

Walau sudah berstatus sebagai alumni dan sudah berada di luar kampus, tetapi silaturahim harus tetap jalan, baik sesama alumni, karyawan dan dosen, dan tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki hubungan dengan Allah dan mahluk lainnya.

Sebagai alumni yang lahir dari kampus Islami, harus tetap menjaga citra UMI dimanapun anda berada, karena alumni UMI punya ciri khas dibanding alumni dari perguruan lain, yaitu alumni yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlakulkarimah.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!