UMI Makassar – Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI HM Mokhtar Noer Jaya bersama Ketua Pembina YW UMI Prof Dr H Mansyur Ramly dan sekretaris YW UMI Ir H Lambang Bari MT, Ph.D., menghadiri Musyawarah Nasional IV Asosiasi Badan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI)  tema revitalisasi dan redinamisasi organisasi Asosiasi Badan Penyelenggara PTS Indonesia yang berlangsung di Hotel Putri Saron seminyak Bali yang dibuka Wapres RI HM Jusuf Kalla (17/7).

Hari kedua Munas Asosiasi Badan Penyelenggaran PTS Indonesia diagendakan pemilihan ketua yang sebelumnya diawali pemilihan pimpinan Munas, pembahasan dan pengesahan Tatib, dan laporan pertanggungjawaban PP ABPPTSI dan pembagian komisi.

Agenda hari pertama yang dibuka Wapres RI ini dilanjutkan pengarahan dan introduksi atas berbagai kebijakan Dikti dari Menteri Ristekdikti dan penjelasan atas berbagai kebijakan Dikti terkini dan di masa yang akan datang oleh Dirjen kelembagaan, Iptek dan dikti Dr Patdono Suwigyono, MSc dan Dirjen SDM,Iptek dan Dikti Prof .Ali Ghufron Mukti, Mokhtar Noer Jaya yang  juga Koordinator wilayah Indonesia Timur Asosiasi Badan Penyelenggara PTS Indonesia di sela-sela acara mengatakan Munas ini merupakan wahana strategis dalam meningkatkan kualitas dan peran Perguruan Tinggi
ABPPTSI merupakan sebuah wadah untuk bernaung para ketua pembina, pengawas, dan ketua yayasan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Berbeda dengan APTISI yang merupakan kumpulan pimpinan PTS seperti rektor, ketua perguruan tinggi, dan direktur akademik. ABPPTSI difokuskan untuk membahas dan berdiskusi isu-isu yang berkaitan dengan regulasi kepentingan penyelenggaraan perguruan tinggi. Disamping itu, ABPPTSI menjadi sarana bagi badan penyelenggara perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia, yang mempunyai tugas pokok untuk mengawal keberlangsungan perguruan tinggi swasta mantan Rektor UMI ini menambahkan bahwa Munas IV ini memiliki tugas dan wewenang menyempurnakan AD dan ART, menyusun program umum organisasi, memilih Pengurus/Dewan Pertimbangan periode 2017-2021 dan menyusun produk produk Munas yang dianggap strategis.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dalam sambutannya, Wapres menyampaikan bahwa. Sektor pendidikan memegang peran yang sangat penting, Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Swasta sama-sama memegang andil besar dalam terwujudnya pendidikan yang berkualitas bagi terciptanya generasi muda bangsa yang siap saing.

“Suatu bangsa bisa maju tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam tetapi juga sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas akan tercipta dari pendidikan yang berkualitas. ABP-PTSI memiliki peran yang penting dalam mencerdaskan bangsa,“ tuturnya.

Nampak hadir pula dari UMI, Rektor UMI Prot Dr Hj Masrurah Mokhtar yang juga memiliki agenda menyaksikan penampilan tim paduan suara mahasiswa UMI di event 6th Bali International choir festival yang berlangsung 18 Juli 2017 di Bali.

Turut dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 4400 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia, dimana hal ini terkadang menimbulkan persaingan yang ketat khususnya antar perguruan tinggi swasta. Persaingan cenderung mengarah ke pendidikan yang lebih mudah dan cepat, sehingga mengabaikan kualitas dan mengabaikan masa depan anak didik.

“ Saya minta Perguruan tinggi terus berinovasi dan tingkatkan kualitas. Ilmu yang diberikan di kampus haruslah melampui zamannya. Perlu revitalisasi atau regrouping beberapa perguruan tinggi swasta. Jumlah yang besar belum tentu memberi manfaat yang besar. Yang utama adalah kualitas, “ imbuhnya.

Mukhtar berharap dengan pelaksanaan Munas akan dapat merumuskan satu platform bersama dalam rangka memberdayakan ABP-PTSI beserta seluruh anggotanya, dan dapat bersinergi dengan komponen lainnya utuk berkontribusi optimal bagi pembangunan nasional.

Munas ini diikuti oleh 391 peserta yang terdiri dari pengurus pusat dan perwakilan perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!