MAKASSAR – Penutupan acara Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2019 resmi dilakukan di Auditorium Aljibra Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (29/4/2019). Acara ceremony closing event ini tidak kalah meriah dari acara pembukaan dua hari yang lalu.
Acara yang dirangkaikan dengan pengumuman peraih jawara pada event nasional ini menampilkan sejumlah tarian kesenian berbasis kebudayaan seperti Tarian Lemo Nipi dari PSM UMI dan Tarian 4 Etnis dari Sanggar Seni Alif Fakultas Sastra UMI.
Dalam acara penutupan kali ini, tampak hadir Kepala Sub. Direktorat Penalaran dan Kreatifvitas Direktorat Kemahasiswaaan Kemenristekdikti Misbah Fikrianto, Kepala LLDikti Wilayah IX Prof. Jasruddin, Pejabat Tinggi Sulsel, Ketua Yayasan UMI H. Mokhtar Noor Jaya, dan Rektor Universitas Muslim Indonesia, serta pejabat yayasan dan rektorat hingga Fakuktas se-UMI.
Dalam sambutannya, Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,Msi. menekankan persoalan silaturahim. Menurutnya, meski telah terpisah lewat penutupan, namun hubungan dan kebersamaan antara perguruan tinggi baik mahasiswa dan dosen harus tetap terjaga.
“Jadi acara penutupan ini hanyalah proses formal yang harus dilakukan, namun yang tertentu lebih penting yakni kita semua tetap menjalankan silaturahim kita semua. Sebab dengan silaturahim kita semua akan membangun kerjasama baik dari akademik maupun hal lain,” ungkap Prof. Basri Modding.
Alumni Fakultas Ekonomi UMI ini meyakini, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang menjadi peserta ON MIPA 2019 yang dipusatkan di Fakultas Kedokteran UMI merupakan perguruan tinggi yang selalu memprioritas pendidikan karakter (soft skill) tanpa meninggalkan kemampuan motorik (hard skill).
“Pendidikan karakter kejujuran akan menjadi syarat utama. Ini masuk dalam pendalaman kemampuan soft skil seperti kejujuran juga. UMI sendiri memiliki program khusus untuk mengembangkan karakter mahasiswa,” papar Prof.. Basri Modding.
Sekedar informasi, peserta ON MIPA 2019 ini datang dari 80 PTS-PTN se Indonesia. Mereka diseleksi dari tingkat PT kemudian ke tingkat LLDikti yang diakhiri dengan kompetisi ONMIPA.

(HUMAS)