Protokol kesehatan di lingkungan sekolah merupakan aturan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit COVID-19 yang diakibatkan virus Corona di institusi pendidikan.

Namun demikian proses belajar mengajar tatap muka langsung di sekolah baru diizinkan bagi lembaga pendidikan yang berada dalam zona hijau saja dan hanya untuk jenjang menengah atas (SMA/SMK) dan menengah pertama (SMP), sementara Kota Makassar hingga saat ini masih berada dalam zona merah kasus Covid-19 dengan rasio penyebaran atau angka reproduksi (Ro) terhadap virus belum berada dibawah 1, namun sudah ada penurunan angka penularan dari bulan sebelumnya yang mencapai angka tertinggi di atas 100 kasus, artinya sekolah-sekolah di Kota Makassar untuk semua jenjang untuk saat ini belum diperbolehkan untuk belajar tatap muka.

Melihat kondisi saat ini, maka dalam rangka mempersiapkan anak didik memahami protocol kesehatan dilingkungan sekolah dan membiasakan mereka mencuci tangan menggunakan sabun (CTPS) serta cara menggunakan masker secara baik dan benar maka pada hari selasa, 11 Agustus 2020 bertempat di masjid Baiturahman Jl Urip Sumohardjo Kota Makassar telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internal (PkM) Internal dengan judul “PkM Internal Edukasi Video Learning CTPS, New Normal dilingkungan Sekolah dan Penggunaan Masker yang baik dan benar” terhadap kurang lebih duapuluh orang ibu orang tua siswa Taman Kanak-Kanak Mesjid Baiturahman.

Kegiatan ini difasilitasi dan dibiayai oleh Yayasan Wakaf UMI melalu Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM), dilaksanakan oleh Dr. Fatmah Afrianty Gobel, SKM., M.Epid sebagai ketua tim pengabdian dan Dr. Nurmiati Mukhlis, SKM., MARS sebagai anggota tim juga melibatkan guru TK Islam Mesjid Baiturahman Makassar.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan Kepala Sekolah TK Islam Mesjid Baiturahman ibu Rahma Rahman, SPdI menyambut baik kegiatan ini, mengingat saat ini siswa masih belajar dari rumah secara daring dan dalam rangka mempersiapkan siswa jika kondisi sudah memungkinkan untuk sekolah tatap muka penting untuk mensosialisasikan kepada orang tua siswa mengenai hal-hal yang dibutuhkan untuk itu.

Sementara itu Yanti demikian sapaan Dr. Fatmah yang menjadi ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa penting menyiapkan siswa dalam menghadapi new normal dilingkungan sekolah, membiasakan mencuci tangan pakai sabun serta cara menggunakan masker dengan baik dan benar melalui edukasi terhadap ibu orang tua siswa agar pada saat sekolah benar-benar dibuka untuk pembelajaran tatap muka, siswa sudah terbiasa melakukan hal-hal baik dari bekal pengetahuan yang diajarkan orang tua yang sudah diberikan edukasi video learning.

Setiap dosen perguruan tinggi dituntut untuk senantiasa melibatkan mahasiswa baik dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, oleh karena itu, dalam kegiatan ini tim pengabdian juga melibatkan 5 (lima) orang mahasiswa yang mendampingi orang tua siswa TK serta memberikan arahan dan menjelaskan hal-hal secara personal jika sekiranya ada sesuatu yang kurang dipahami dari tayangan video edukasi yang disampaikan tim pengabdi.

Kegiatan edukasi video learning yang ditampilkan menarik perhatian orang tua siswa, karena tidak monoton dan menarik disertai praktek langsung, peserta diajak berinteraksi melalui game yang menarik dengan hadiah hiburan. Hal ini diharapkan membuat proses transfer pengetahuan menjadi lebih mudah, menarik dan gampang dipraktekan pungkas Dr. Nurmi.

(HUMAS)