Penyampaian materi kepada peserta Pesantren Kilat Angkatan VI (5/9) di Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe Pangkep cukup menarik. Suasana dialogis dan kedekatan narasumber Kepala Perwakilan Kementrian Pertahanan RI di Sulawesi Selatan Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno, M.Pd., MM bersama tim dengan bersama Mahasiswa Baru Peserta Pesantren Kilat diawali dengan menyanyikan bersama Meraih Bintang.

Brigjen Wahyu mengajak peserta untuk langsung memberikan respon,diawali dengan pertanyaan,
“Mengapa harus suatu negara harus dipertahankan. Hal ini sengaja diawali dengan pertanyaan karena diantara kita masih ditemukan warga negara Indonesia belum memiliki tanggung jawab untuk bersama membela Negara”.

Brigjen Wahyu menegaskan tidak ada satu jaminan pun suatu negera akan berdiri aman setiap saat.
Lanjut dikatakan NKRI adalah rumah tempat kita tinggal, rumah orang yang kita cintai, jika hal ini hilang maka kita akan berpisah dengan kenangan dan orang-orang yang kita cintai.

Pertanyaan selanjutnya apa yang harus dipertahankan suatu negara, Jawabnya adalah kedaulatan negara, semua aspek kehidupan harus di tangan kita, seperti ideologi, ekonomi, budaya dan sebagainya. Budaya Indonesia is the best. Selain itu, keutuhan wilayah. Indonesia negara yang kaya, kita memiliki pulau di Indonesia sebanyak 17540, 6000 diantaranya tidak berpenghuni, etnik Indonesia ada 300, suku sebanyak 1340 membentang Sabang sampai Merauke dengan 6 jenis agama.

NKRI wajib dipertahankan dari ancaman oleh seluruh warga negara masyarakat Indonesia. Bentuk-bentuk ancaman bisa berbentuk militer, non militer dan hibrida.

“Dalam menyelenggarakan pertahanan negara kita menerapkan sistem pertahanan semesta (sishanta),” ujar Brigjen Wahyu.

Sementara itu, staf utama PKP Menhan RI Kolonel Sus. Dr. Drs. Andi Arman, MSi., menambahkan bahwa Indonesia merupakan ekuator dunia, negara yang nyaman dan memiliki potensi ekonomi dengan sda yang melimpah. Karena itu kita semua harus menyadari komitmen dan tanggung jawab untuk menjaga dan membela negara kita dari berbagai ancaman baik ancaman dari dalam maupun dari luar.

Sebagai mahasiswa kita harus mengenali kita sehingga kita dapat mengolah potensi yang dimiliki untuk kemudian dikembangkan yang pada akhirnya dapat memberi kontribusi kepada masyarakat dan bangsa negara secara umum. Kita dapat memberi kemanfaatan untuk kemaslahatan orang lain dan negara kita.

(Humas UMI)