Etos kerja dan Ramadhan sebagai Madrasah Ruhaniyah menjadi pokok bahasan pada Pesantren Ramadhan Virtual UMI kali ini (Rabu, 29/4).

Narasumber Prof. Dr. H. Basri Modding,SE,M.Si membahas Etos Kerja, dan Dr. Zainuddin, S.Ag.,SH.,MH. membahas Madrasah Ruhaniah, dipandu Host Dr. Nurjannah Abna dan Dr. Ishaq Shamad. Peserta dari sejumlah daerah, bahkan ada dari Kepulauan Selayar.

Prof. Basri Modding yang juga Rektor UMI dalam Video Taushiyahnya menjelaskan pentingnya etos kerja dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah, sebagaimana Hadis Nabi “Innamal a’maalu bin niyati” (sesungguhnya setiap kegiatan diawali dengan niat).

Dikatakan etos kerja seorang muslim adalah kerja keras, disiplin dan profesional. Selain itu, dibutuhkan kerjasama dan team work yang solid serta memiliki cita-cita yang tinggi. Bahkan seorang muslim harus memiliki keterampilan dan menguasai bidang yang digelutinya, jelasnya.

Sementara itu, Dr. Zainuddin yang juga Wakil Dekan IV Fak. Hukum UMI mengajak agar menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan Pendidikan Ruhaniah, dimana bulan ini dijadikan untuk menempa jiwa dan menata hati untuk meraih keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat, urainya.

Host Nurjannah Abna menambahkan menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan ujian jiwa dan raga, dan nanti sebelas bulan berikutnya akan dilihat apakah bisa lulus ujian di bulan Ramadhan tahun ini, tambahnya.

Sementara itu, Host M. Ishaq Shamad mengemukakan ada tiga macam nafsu manusia, yakni amarah dengan ciri selalu berkeluh kesah, banyak mengeluh, kemudian nafsu lawwamah, kadang jiwanya baik, kadang buruk, dan nafsu muthmainnah, yakni nafsu yang jiwanya tenang, bersegera melakukan kebaikan, dan inilah nafsu yang dipanggil Allah dalam Al-Qur’an untuk masuk kedalam syurganya “yaa ayyuhan nafsul muthmaninnah, irjiiy ilaa rabbiki raadhiyatan mardhiyyah, fadkhuliy fiy ‘ibaadiy fadkhuliy jannatiy”, tambahnya.

Salah seorang peserta Taufiq Hidayat bertanya “bagaimana jika kita sudah berusaha dan bekerja keras serta melaksanakan semua yang disebutkan pak Rektor tadi, tetapi kenyataannya usaha dan kerja keras itu, tetap tidak berhasil”?

Host M. Ishaq Shamad menjelaskan disinilah pentingnya tawakkal kepada Allah SWT, Allah berfirman “ Faizhaa Azamta Fatwakkal ‘ala Allah” (Jika sudah berusaha dan bekerja keras, maka bertawakkallah kepada Allah SWT), jika belum berhasil jangan putus asa, tetapi melakukan evaluasi terhadap usaha dan kerja keras tersebut, sambil membuka lagi peluang baru. Mungkin rejekinya tidak disana.

Namun sangat penting untuk tetap optimis dan berharap rahmat dan kasih sayang Allah SWT dengan tetap berusaha dan bekerja lebih keras lagi. Karena semua orang yang berhasil di sekeliling kita, jika mereka ditanya, pasti pernah mengalami “kegagalan”. Namun mereka bisa bangkit lagi, dan bangkit lagi sampai akhirnya bisa berhasil, jelasnya.

Host Nurjanna Abna menambahkan ada ungkapan dalam Bahasa Arab “Man Jadda Wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh, akhirnya pasti dapat apa yang diusahakannya, tambahnya. Tidak lupa dijelaskan penerimaan MABA UMI TA 2020/2021 mulai pendaftaran,tanggal 2 Mei s.d 12 Juli 2020 melalui online: spmb.umi.ac.id, kuncinya.

(HUMAS)