Pesantren Ramadhan Virtual UMI Membahas “Sikap terhadap IPTEKS & Menuju Taubat”. Pemateri adalah Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT yang juga Wakil Rektor 1 UMI dan Dr. H. Andi Darmawangsa,MA / Wakil Dekan II Fak. Agama Islam UMI (Selasa, 5/5/2020). Hadir Host Dr. Nurjannah Abna dan Dr. M. Ishaq Shamad. Peserta sejumlah siswa SLTA, mahasiswa dan dosen Pencerahan Qalbu Padanglampe UMI.

Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT dalam video taushiyahnya menekankan pentingnya menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan ilmu agama, sebab IPTEKS tanpa pengetahuan agama, akan menyesatkan umat manusia. Untuk itu diperlukan kearifan setiap individu yang menguasai IPTEKS agar dapat memberikan manfaat bagi umat manusia, ajaknya.

Sementara itu, Dr. Andi Darmawangsa menjelaskan pentingnya menggunakan bulan Ramadhan sebagai sarana untuk memohon ampun kepada Allah SWT, dan sangat merugilah orang yang membiarkan bulan Ramadhan pergi tanpa ia bertaubat kepada Allah SWT, atas segala kesalahan dan dosa-dosanya selama ini, jelasnya.

Pada sesi tanya jawab, Ustaz Yunus, M.A mempertanyakan bagaimana menyikapi penggunaan teknologi, misalnya android yang digunakan untuk keburukan dan kemaksiatan, misalnya seseorang mengupload sesuatu hanya dengan satu kali klick, keburukan/kemaksiatan itu merebak di dunia maya.

Host Dr. M. Ishaq Shamad menjelaskan pentingnya ilmu dan keterampilan dibarengi dengan iman yang kuat, sehingga teknologi yang ada dapat digunakan pada hal-hal positif dan memberi manfaat kepada manusia. Misalnya mengupload pesan-pesan dakwah melalui Medsos. Kalau dulu, di YouTube misalnya, banyak video-video yang memuat hal-hal yang melanggar moral/ajaran agama, maka saat ini banyak sekali ustaz/ulama yang mengupload ceramah/taushiyah agama, sehingga konten YouTube dan Medsos lainnya, banyak dipenuhi pesan-pesan agama. Tentu hal ini sangat bagus bagi syiar Islam, jelasnya.

Selanjutnya Host Dr. Nurjannah Abna menambahkan ilmu dan keterampilan harus dibarengi dengan iman yang kuat, sebab dengan iman yang kuat akan mengantarkan manusia pada hal-hal yang baik dalam penggunaan teknologi, tambahnya.

Selanjutnya, dikemukakan dosa kepada Allah SWT, dapat diampuni jika manusia memohon ampun kepada Allah SWT dengan taubatan nasuha, namun dosa dan kesalahan kepada sesama manusia tidak akan diampuni jika orang yang bersangkutan tidak meminta maaf kepada orang yang ia sakiti. Oleh karena itu, sangat penting untuk saling memaafkan antar sesama manusia, sehingga tidak ada sengketa di akhirat kelak, ujar Dr. M. Ishaq Shamad.

Tetapi ditanyakan lagi bagaimana meminta maaf kepada orang yang sudah meninggal? Host Dr. Nurjannah Abna menjelaskan perlunya mendoakan orang tersebut dan berbuat baik kepada keluarganya yang masih hidup, tambahnya.

Pada segmen akhir, semua peserta diingatkan lagi bahwa pendaftaran mahasiswa baru UMI bisa dari rumah saja, sejak 2 Mei 2020 s.d 12 Juli 2020 melalui https://spmb.umi.ac.id.

(HUMAS)