UMI Makassar – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia, resmi dibuka, Rabu (23/8/2017) malam.

Pembukaan PIMNAS ditandai dengan tabuhan gendang Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti, Prof. Intan Ahmad, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar.

Prof Dr Intan Ahmad mengatakan, realitas membuktikan, sebuah negara dapat sejahtera, karena sangat kompetitif dan ditunjang universitas yang baik dan berkualitas. Institut Global prediksi, Indonesia punya pengharapan besar untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Universitas Berkualitas Tunjang Kesejahteraan Bangsa,” tegasnya.

Pernyataan itu dilontarkan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti, Prof Dr Intan Ahmad,PhD pada pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30 di Pelataran Auditorium Al-Jibra kampus II UMI.

Pembukaan dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti,Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Danlantamal VI, sejumlah bupati/wabup, pimpinan PTS/PTS dan undangan lainnya.

Mengutip prediksi Institut Global, Prof Intan menandaskan, diperkirakan tahun 2030 Indonesia dapat menempati posisi 7-8 ekonomi dunia. Hal yang menunjang, adanya potensi bonus demografi (pertumbuhan penduduk).

Artinya, kata Prof Intan, ekonomi Indonesia akan makin membaik, jika penduduk lebih banyak produktif. Syaratnya, untuk lebih baik, Indonesia butuh sumberdaya manusia (Human Capital) berkualitas, minimal 113 juta orang.

Sebaliknya, jika perkembangan demografi hanya melahirkan manusia tak peroduktif, yang akan terjadi, bukannya bonus demografi, melainkan beban besar bagi negara.

”Untuk itu, generasi muda ditantang dan harus mampu mengisi kemerdekaan  agar bangsa jadi sejahtera dan kompetitif,” tandasnya.

Menyinggung keterkaitan perkembangan bangsa dengan Pimnas, lanjut Intan menegaskan, Pimnasajang bagi generasi muda yang kelak akan  membawa Indonesia ke level yang lebih baik dan berpenghasilan tinggi.

”Kuncinya, perlu penelitian yang baik dan inovatif. Saatnya generasi muda harus kasmaran bersifat ilmiah serta kasmaran ilmu pengetahuan. Semua itu diyakini terwujud, jika mampu terbina sejak dini mungkin,” tandasnya.

Melalui Pimnas di UMI ini, mahasiswa tak hanya tampilkan prestasi atau kemampuannya, namun di balik itu, secara tak  langsung, generasi muda dididik melihat dan mencermati prestasi orang lain.

Dikatakannya, pelaksanaan Pimnas, ajang saling kenal dan itu modal besar dan sangat berharga untuk membangun Indonesia yang lebih baik ke depan, kunci Intan.

Senada dengan itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo merespon positif Pimnas ke-30 yang dilaksanakan di UMI. Semoga kelak akan melahirkan generasi yang lebih kreatif dan inovatif.

”Diharapkan generasi muda Indonesia hari ini, akan lebih baik dihari esok karena SDM lebih berkualitas,” ujar Syahrul

Sementara itu Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar,MA berterima kasih pada Dikti atas amanah yang percayakan UMI sebagai tuan rumah Pimnas ke-30 ini.

Ditambahkannya, Pimnas ini ajang bergengsi yang sangat positif untuk menggali serta mengembangkan potensi mahasiswa. Terkadang potensi mahasiswa terkendala, karena tak ada wadah berkreasi.

“Selamat datang di Kampus UMI, Kampus Hijau dan Kampus Perjuangan. Kami yakin banyak peserta dari PTN/PTS baru pertama kali ke UMI, namun setelah menginjakkan kaki di UMI, diyakini akan rindu untuk kembali ke UMI,” tandas Masrurah yang juga Ketua BK PTIS ini.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!