KKN merupakan implementasi teori yang didapatkan dikampus dan sebagai bentuk kontribusi UMI dalam implementasi salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat sebagai lembaga pendidikan dan dakwah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Rektor UMI dalam sambutannya pada acara silaturahmi pemerintah kecamatan Manuju Kabupaten Gowa dan tokoh masyarakat dan mahasiswa KKN UMI dalam acara silaturahmi kunjungan Rektor dan Pimpinan di lokasi KKN UMI  (23/9).

Dalam sambutannya, mantan wakil rektor IV ini juga memberikan gambaran tentang UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang telah melaksanakan fungsi dan perannya dibidang pengabdian dan dakwah diantaranya dengan bentuk beberapa desa binaan di daerah khususnya di wilayah Sulawesi Selatan termasuk di Kabupaten Gowa.

Lanjut dikatakan, program KKN merupakan bentuk tanggung jawab sosial civitas akademika UMI untuk berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, diharapkan mahasiswa betul-betul memanfaatkan waktu selama KKN untuk belajar bersama masyarakat dan menimba ilmu pengetahuan

Sebelumnya, camat Manuju, Marsuki, S.Sos., MM., memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN yang telah menjadi mitra pemerintah dalam memberikan pendampingan dan program pemberdayaan masyarakat.

“Mahasiswa KKN kehadirannya sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan program pemerintah,” ungkapnya.

UMI sebagai lembaga pendidikan terbesar di Kawasan Indonesia Timur (KTI) sangat diharapkan dapat menjadikan Manuju sebagai binaan UMI, terlebih sebagai alumni UMI dan pernah menjabat di Kec. Parangloe yang menjadi desa binaan UMI.

“Saya telah merasakan dan melihat langsung manfaat dan perkembangan luar biasa Kec. Parangloe sebagai binaan UMI sebelum saya dipindahkkan ke tempat ini,” ujar Marsuki yang juga alumni UMI ini.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UMI juga didaulat untuk meresmikan pos siskamling yang dibangun atas swadaya masyarakat dan mahasiswa KKN UMI.

Setelah dari Manuju, rombongan Rektor UMI menuju Kec. Parangloe dan diterima langsung camat Parangloe beserta pejabat pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat dan agama serta mahasiswa KKN UMI di Parangloe.

Sementara itu, sekretaris LPMD, Drs.H.M. Rauf Assagaf, M.P, disela-sela kunjungan menyatakan bahwa kegiatan kunjungan KKN UMI Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar,MA., bersama pimpinan UMI melakukan kunjungan ke lima kabupaten yang dijadwalkan tgl 23 s.d 25 september 2013. Kelima kabupaten tersebut yaitu Gowa, Takalar, Bantaeng, Maros, dan Jeneponto.

Adapun mahasiswa KKN UMI sebanyak kurang lebih 1200 orang yang ditempatkan di lima kabupaten dengan 85 desa, 10 kecamatan selama 40 hari.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!