Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar,MA dan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, H. Mokhtar Noer Jaya., menghadiri seminar Ilmiah Internasional dan dialog antar agama dan kebudayaan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 3 s/d 5 Juni 2013 ini dilaksanakan oleh Universitas Islam Indonesia kerjasama Universitas Islam Madina yang diikuti 300 orang, terdiri atas 30 Pimpinan PTN/PTS terbesar di Indonesia, 50 orang utusan dari Universitas Madinah, 15 orang Duta Besar, 50 orang tokoh agama dan 120 lembaga keagamaan seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Fu Chu dan atase Saudi Arabia serta pimpinan organisasi keagamaan.

Rektor UMI, Prof.Dr. Hj.Masrurah Mokhtar,MA, disela-sela acara menyampaikan bahwa kegiatan yang dibuka oleh Menteri Agama RI, H.Suryadharma, menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan antar semua elemen bangsa, baik dari lembaga pendidikan, lembaga agama, pimpinan ormas dan kemasyarakatan untuk bersatu dan menjadikan isu kemanusiaan dan perdamaian sebagai isu utama dalam setiap perbincangan, bukan justru dengan dalih agama disibukkan oleh isu kristenisasi, islamisasi, pembangunan rumah ibadah, pendidikan agama, pelecehan agama dan sebagainya.

Lanjut dikatakan, salah satu hal yang mengemuka dan sering berakhir dengan timbulnya persoalan di era globalisasi ini adalah masalah pluralitas. Proses globalisasi mempercepat kesadaran tentang pluralitas dalam berbagai bentuknya, baik, agama, budaya, ras bahasa dan lain sebagainya. Sebagai efek samping dari komunikasi internasional, perdagangan politik dan mobilitas manusia. Seiring derasnya arus globalisasi berbagai persoalan yang muncul kepermukaan, selain janji surga globalisiasi muncul pula berbagai isu kemanusiaan yang harus dicarikan solusinya, seperti demokratisasi, kebebasan pers, HAM, lingkungan hidup dan pluralitas.

“Karena itu, pertemuan ini menjadi media untuk lebih merekatkan komunikasi dan persatuan antar umat beragama untuk membangun perdamaian di muka bumi ini,” tegasnya.

Menurut Duta besar Saudi Arabia dalam sambutannya, untuk meminimalisir berbagai dampak dari era globalisasi termasuk konflik antar agama, maka perlu dibentuk pusat Kajian Perdamaian antar agama yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia.

Rektor UMI melaporkan dari Hotel Grand Melia, Kuningan Jakarta.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!