Pimpinan Universitas Muslim Indonesia pada bulan ramadhan ini, selain menurunkan 48 cuti da’i bagi pimpinan dan dosen dalam lingkup UMI, juga dalam bulan ramadhan tahun ini menugaskan 20 dosen untuk melaksanakan safari ramadhan di desa binaan UMI, selama seminggu. Hal ini disampaikan Sekretaris LPMD UMI, Drs. H.M.Rauf Assagaf, M.Pd., disela-sela persiapan safari ramadhan, di kantor LPMD UMI kampus I, Kakatua (21/7).

Menurut Rauf Assagaf, program ini merupakan agenda tahunan UMI, sebagai lembaga pendidikan dan kampus Islami melaksanakan program pengabdian  kepada masyarakat (desa binaan) melalui kegiatan dakwah serta memberikan pembinaan keagamaan kepada masyatakat desa binaan secara terencana dan berkesinambungan. Adapun desa binaan yang menjadi lokasi safari ramadhan; yaitu lima desa/kelurahan di Kab. Gowa, lima desa/kel di kab. Takalar, lima desa di kab. Jeneponto, lima desa/kel di kab. Bantaeng, lima desa /kel di kab. Bulukumba, tiga desa kab. Maros, empat desa kab. Pangkep, yang dimulai dari tanggal 22 s.d 30 Juli 2013.

Sementara itu, ditempat terpisah, Pejabat Rektor UMI, Dr.H.Iskandar BP, MSc., mengatakan program ini merupakan salah satu tugas pokok dosen sebagai perwujudan tri darma perguruan tinggi, dengan melaksanakan pengabdian pada masyarakat. UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah telah melaksanakan fungsi dan perannya dibidang dakwah yang ditandai dengan dibentuknya beberapa desa binaan di daerah, khususnya di wilayah sulawesi selatan.

Iskandar yang juga Wakil Rektor II UMI menghimbau kepada dosen untuk melaksanakan amanah program ini.

“Saya berharap kepada pimpinan maupun dosen yang telah diberikan amanah untuk program cuti da’i dan safari ramadhan, harus konsisten dan serius melaksanakan tugas, sebagai bagian dari tugas tri darma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, pimpinan juga akan mengevaluasi kelangsungan program ini dan untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!