Pimpinan UMI menerima Kunjungan Pimpinan Universitas Mandar Sulawesi Barat, 24 Mei 2012 diruang senat kampus 2 UMI.

Dari pihak UMI, hadir Rektor UMI diwakili Wakil Rektor 1 Prof.Dr. H. Syahnur Said,MS,  Wakil Rektor 3 UMI, Prof.Dr. H. Ahmad Gani,SE.,MSi, Wakil Dekan 3, kepala biro akademik dan kerjasama, kepala biro. Kemahasiswaan, kepala Humas dan HI UMI serta dan 3 fakultas dalam lingkup UMI.

Dari pihak UNASMAN, hadir Kepala Biro Akademik dan Sistem Informasi Rusli Said,SE.,MM., Koordinator Pelaporan EPSBED Rahmat Hidayat, Bid. Akademik Sistem Informasi Deny,SS., Kabag Kemahasiswaan Abdi Ishaq Abdullah.

UNASMAN didirikan oleh almarhum Prof.Dr.Sahabuddin,MA, dan saat ini dipimpin oleh Ibu Hj. Khudriah Sahabuddin.

UNASMAN membina 6. Fakultas, diantaranya Fakultas Pendidikan dan Keguruan, Fak.Ilmu Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan, Fak. Ilmu Komputer, Fak. Kesmas, dan Fak. Agama Islam.

Tujuan kunjungan UNASMAN ke UMI untuk mendapatkan gambaran UMI dalam proses penerimaan Maba dan pesantren kilat. Selain itu, teknik registrasi mahasiswa baru dan registrasi serta pola pembinaan mahasiswa dan kegiatan ekstra.

“UMI dipilih sebagai tempat untuk kunjungan / silaturahmi, karena Universitas Mandar Sulbar memiliki visi dan misi yang sama dengan UMI,” ujar Rusli, Kepala rombongan UNASMAN yang juga kepala biro akademik.

Sementara itu, Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor 1, Prof.Dr.H. Syahnur Said,MS
memaparkan tentang UMI yang telah berusia 58 tahun dikenal sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Dalam proses pembelajaran, UMI senantiasa mengedepankan kualitas. Saat ini UMI memiliki  513 orang dosen yayasan DPK 107 dan dalam pembelajaran rasio dosen dan mahasiswa sangat representatif dan  cukup baik.

“UMI merupakan satu-satunya PTS yang memiliki program Doktor Manajemen dengan akreditasi B,” ungkapnya.

Suatu prestasi yang gemilang dan menjanjikan khususnya kepada dosen yang akan mengajukan jabatan fungsional guru besar, sebagaimana pedoman  UU guru dan dosen.

“Untuk  pengusulan lektor dan guru besar, ijazah asal perguruan tinggi S3 (doktor) tersebut dibutuhkan dan alhamdulillah UMI memenuhi kriteria tersebut,” ujar Syahnur mantan Dekan Fak. Ekonomi UMI ini.

Alhamdulillah UMI tahun ini diberikan izin operasioanal penyelenggaraan prodi pendidikan bahasa Inggris dan pendidikan kedokteran gigi. Untuk kedokteran gigi  merupakan rekomendasi terakhir council kedokteran karena tidak ada lagi pembukaan prodi kedokteran gigi untuk perguruan tinggi. Selain itu, dipersyaratkan untuk  membuka kedokteran gigi oleh council adalah  rumah sakit. Hal ini menambah jumlah prod di UMI menjadi 36.

Selain itu. pembelajaran di UMI  sesuai ketentuan yang mengajar untuk strata  S1 berkualifikasi S2, demikian pula untuk program S2 yang mengajar kualifikasi S3.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!