Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polrestabes Makassar, Ardiansyah mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muslim Indonesia Makassar terkait ancaman kelompok radikal dan penyalahgunaan narkoba.

Hal ini disampaikan saat pemaparan materi Antisipasi Kelompok Radikal/Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba dalam Pesantren Kilat Mahasiswa Baru UMI Angkatan IX di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin Padanglampe, Rabu (4/9).

Ardiansyah prihatin dengan perkembangan kelompok radikal yang menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Perkembangan kelompok radikal dan kejahatan teroris global telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik modus, kuantitas, maupun kualitasnya Indonesia tidak lepas dari sasaran terorisme. Hal ini juga menjadi ancaman bagi Indonesia”, ungkapnya.

Lanjutnya untuk menangkal pengaruh paham dan ajaran radikal, beberapa hal ini bisa dilakukan oleh generasi muda, termasuk Maba UMI.

“Pertama, tanamkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI. Kedua, perkaya wawasan keagamaan yang moderat terbuka dan toleran. Ketiga, bentengi keyakinan diri dengan selalu waspada terhadap provokasi, hasutan dan pola rekrutmen teroris. Terakhir, membangun jejaring dengan komunitas damai untuk menambah wawasan dan pengetahuan”, jelas Ardiansyah.

Selain itu, peredaran narkoba juga menyasar generasi muda, oleh karena itu Maba UMI diharapkan dapat memproteksi diri untuk menghindari jerat narkoba.

“Ingat, siapkan mental untuk menolak apabila ditawari narkoba. Harap berhati-hati dalam memilih teman bergaul. Dan tingkatkan prestasi untuk mewujudkan cita-cita dan kembangkan bakat yang ada demi masa depan”, kata Ardiansyah.

Ardiansyah mengharapkan partisipasi mahasiswa baru UMI untuk berperan aktif dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan penyalahgunaan narkoba. “Segera laporkan kepada pihak berwenang jika melihat sesuatu yang mencurigakan di lingkungan kampus maupun masyarakat”, tegasnya.

(HUMAS)