Hasil Rapat Pengurus Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah menetapkan Prof. Basri Modding sebagai Rektor terpilih UMI untuk masa amanah 2018-2022. Penetapan ini merupakan tahapan akhir dari pemilihan Rektor UMI tingkat senat akademik. Prof. Basri Modding yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UMI.

Dalam sambutannya pada saat pelantikan, Prof. Basri Modding mengatakan akan melanjutkan program Prof Dr Masrurah Mokhtar yang belum sempat terwudkan untuk membawa UMI menuju kampus kelas dunia.

“Saya akan melanjutkan program mantan Rektor Prof Dr Masrurah Mokhtar dan cita-cita UMI yaitu world class university yang belum sempat terwujudkan di masa jabatan matan ibu Rektor kita,” kata Basri dalam sambutan setelah ia dilantik.

Mantan Direktur Program Pascasarjana UMI dua periode ini melanjutkan tekadnya untuk mewujudkan kampus kelas dunia maka diperlukan tiga langkah pengembangan karakter.

“Langkah yang perlu kita lakukan pertama pendidikan karakter dan UMI sudah punya wadahnya, yang ketua yaitu Pesantren Padanglampe. Ketiga perguruan tinggi menghasilkan potensi, dan perlunya literasi khususnya literasi teknologi. Ini perlu digaris bawahi, kalau kita mau maju kita harus menguasai teknologi informasi,” tuturnya.

Guru besar Fakultas Ekonomi UMI ini menambahkan, terimakasih kepada civitas akademika UMI sudah dipercaya untuk memimpin UMI dan mengajak stakeholder untuk selalu menjaga kerja sama ini karena akan bernilai sosial.

“Alhamdulilah, saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika UMI yang terkhususnya senat UMI yang sudah memberikan amanah kepada saya, tentu saja saya tidak bisa jalankan jalankan sendiri amanah ini tanpa dukungan dari seluruh pihak civitas akademika UMI dan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang hadir pada kesempatan ini untuk membantu kami dan bekerja sama agar apa yang kita lakukan menjadi kesalehan sosial,” tutupnya.