Prof. Dr. Basri Modding resmi menjadi Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar masa amanah 2018-2022.Prosesi pelantikan dilaksanakan di Auditorium Al-Jibra Kampus II UMI Makassar pada Kamis (5/7/2018).

Berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mantan direktur PPs UMI ini dikukuhkan sebagai orang nomor satu di tingkat universitas. Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Ketua pembina yayasan wakaf UMI, Ketua pengurus yayasan wakaf UMI, Pejabat gubernur Sulawesi Selatan, Panglima kostrad, dan tamu penting lainnya.

Sebagai Rektor baru, Prof. Dr. Basri Modding,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa, mahasiswa UMI akan dibentuk karakter dan akhlaknya. “Kedua hal ini lebih penting jika dibandingkan dengan selembar ijazah untuk menghadapi era digital distraction 4,0,” ungkapnya.

“Disini (era digital distraction 4,0) yang dibutuhkam adalah integritas dan kejujuran. Oleh karena itu, saya ingin mengutip dan juga saya jabarkan dalam visi misi saya. Bahwa hal yang menjadi proyeksi UMI menghadapi pendidikan abad 21, yakni pendidikan karakter (moral, iman, takwa) dan orientasi kompetensi,” tambahnya.

Basri Modding pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada para civitas akademika UMI yang telah memberikan amanah dan kepercayaan untuk memimpin UMI satu periode kedepan.

Oleh sebab itu, lanjut guru besar bidang ekonomi ini. Dirinya membutuhkan sinergitas, kerjasama yang baik antara semua elemen di kampus UMI. Baik fakultas maupun Universitas. “Tentu saja saya tidak akan mungkin menjalankan sendiri, tanpa dukungan seluruh sivitas akademika UMI. Selanjutnya kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders yang hadir untuk membantu kami,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, mantan Rektor UMI yang baru saja meletakkan jabatan. Prof. Hj. Masrurah Mokhtar,  mengucapkan selamat dan sukses kepada rektor baru UMI.

Masrurah yakin dan optimis, Basri Modding bisa amanah dalam menjalankan tugas dan dapat membawa UMI menuju World Class University.

“Selalu saya katakan, jaga amanah ini karna ini adalah titipan dan kepercayaan yang bukan hanya dari sivitas akademika UMI tapi juga dari Allah SWT. dan tetaplah melanjutkan apa yang telah kami programkan”, ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Masrurah Mokhtar juga memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh undangan yang hadir. Mantan Rektor dua periode ini juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh stakeholders UMI jika terdapat khilaf selama 8 tahun memimpin UMI.

“Alhamdulillah, saya bisa meninggalkan amanah sebelumnya dengan senyuman. Apa yang saya lakukan selama ini jika ada khilaf, mohon di maafkan”, tutupnya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!