Makassar, umi.ac.id – Ketua Dewan Guru Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H Mansyur Ramli, S.E, M.Si menjadi narasumber pekan pesantren virtual UMI gelombang ke 5.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Umar Bin Khattab Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (4/9/2020) ini, Prof Mansyur Ramli membawakan materi bertajuk ‘Komitmen ke-UMI-an’.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 700 peserta ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II UMI Prof. Dr. H Salim Basalamah, S.E, M.Si mewakili Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E, M.Si.

Dalam kesempatan itu, Prof Mansyur Ramli banyak memaparkan bagaimana sikap sebagai mahasiswa hingga menjadi seorang alumni, bahkan seorang Guru Besar.

Untuk tetap menjaga khittah sebagai keluarga besar UMI, kata mantan Rektor UMI ini, lewat penunjukan karakter yang intelek dan islami pastinya.

“Penanaman komitmen dan pembentukan karakter di UMI dilakukan lewat proses habituasi yang panjang salah satunya lewat pendidikan berbasis pesantren di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin Padanglampe UMI,” ungkap Ketua Pembina YW UMI ini.

“Character is not an act, it is a habbit atau Charakter Building dilakukan dengan proses habituasi,” sambung alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini

Dalam materinya, Prof Mansyur sapaan akrabnya mencatat, ada enam poin secara umum tentang Komitmen ke-UMI-an yang harus dipegang teguh oleh yang mengaku bagian dari UMI, khususnya mahasiswa baru UMI.

“Pertama ada 6 Komitmen kelembagaan, kedua 16 Komitmen yang bersifat moral ( individual),ketiga 4 komitmen peningkatan skill dan kinerja (individual), keempat 8 Komitmen yang bersifat etos kerja profesional islami (individual),” tutur Prof Mansyur Ramly.

(HUMAS)