Apresiasi kepada UMI, PTS yang terkenal dengan konsisten istiqamah dalam mempertahankan nilai luhur kearifan local dan keislaman. Keberhasilan dalam pengelolaan UMI, Allah selalu meridhoi. Kekuatan kebersamaan dan keteladanan, dalam setiap even kecil apapun, jajaran Pembina, Pengurus dan Pimpinan Universitas selalu hadir, hal ini memberi keteladanan. Sehingga siapapun pelanjut UMI ke depan, karakter manajemen ini perlu dilanjutkan, yang tidak dimiliki Perguruan Tinggi di manapun, Saya tidak memuji dan menyanjung, tapi ini fakta.

“UMI adalah PTS yang diperhitungkan tidak hanya di Indonesia tapi juga di Luar, UMI masuk dalam perhitungan Global University, di situ ada nama UMI, hal ini disampaikan Prof.Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., saat mengawali taushiyahnya pada Halal bi Halal Keluarga Besar Fakultas kedokteran UMI via Daring (24/5).

Lanjut dikatakan, para mahasiswa dan alumni UMI, kalian tidak salah pilih dan bersyukur telah memilih UMI untuk melanjutkan kuliah, berbahagialah kalian di bawah tenda besar Universitas Muslim Indonesia. Sebab, UMI merupakan kendaraan dunia akhirat. Mungkin Perguruan Tinggi lainnya, hanya mengantarkan kalian di dunia, tapi di UMI akan menjadi kendaraan dunia menuju akhirat kelak.

Mengutip syair, Ibu Prof. Masrurah Mokhtar, menarik sekali, sesuatu yang sangat mendalam dan mengajarkan kita untuk tidak pernah kecewa dengan musibah yang terjadi tapi kita diminta untuk bersahabat dan mengambil hikmah, ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.

Seandainya kita tahu, bahwa di balik musibah ada hikmah, maka tentulah manusia akan berdoa untuk mempertahankan musibah. Musibah merupakan kendaraan cepat mengantarkan kita ke hadirat Allah SWT, mendekatkan kita kepada Sang Pencipta. Karena sering kendaraan kenikmatan yang kita dapatkan, menjauhkan kita dan malah sangat berat mengantar kita kepada kehadirat Allah SWT.

Musibah dan kenikmatan satu mata uang yang memiliki dua sisi, yang membedakan antara kenikmatan dan penderitaan itu adalah pemilik iman. Penderitaan dan kenikmatan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan apabila ditimpa musibah maka dia akan sabar, apabila diuji dengan kenikmatan maka dia bersyukur. Namun masih kita temukan, banyak orang pintar bersyukur tapi tidak bisa bersabar demikian sebaliknya.

UMI dalam proses Pendidikan yang dilakukan mengantarkan mahasiswa menjadi SDM yang memiliki keduanya. Karena orang yang didik hanya memiliki salah satunya, seperti menjadi penikmat, maka dia akan gagal berhadapan dengan musibah mereka pintar tapi tidak cerdas menghadapi musbiah, demikian sebaliknya, meskipun dia pintar menghadapi musibah tapi tidak memiliki inovasi dan kreatifitas untuk meraih kenikmatan.

Sabar dan syukur merupakan dua sayap kehidupan manusia. Keduanya akan membuat manusia selalu terbang setiap hari menghadap Tuhannya, Allah SWT yang dicintainya. Pemilik sayap tidak akan bisa terbang, manakala ada salah satu sayapnya tidak berfungsi. Karena kedua sayap aktif tersebut, mengangkat martabat kemanusiaan menghadap khaliknya.

Karena itu, melahirkan SDM unggul dan berkualitas di masa depan, harus memiliki kedua sayap tersebut, sabar dan syukur yang terpatri dalam qalbunya, ujar Prof. Nasaruddin.

Sebelumnya, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci al Qurán dan Sambutan Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Rektor UMI. Selanjutnya MC meminta Ketua Pembina dan Ketua Pengurus untuk berbicara. Dalam komentarnya, Prof. Mansyur Ramly sebagai Ketua Pembina YW-UMI, Dr. H. M. Mochtar Noerjaya sebagai Ketua YW-UMI, dan Prof. Basri Modding, Rektor UMI, sangat mendukung kegiatan ini dan berharap Fakultas Kedokteran UMI mampu mengembangkan pendidikan lebih baik lagi kedepannya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pengurus Yayasan, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA membacakan puisi berjudul Kehadiran Covid 19 di Mataku.

Sementara itu, Koordinator Tim Acara yang juga Wakil Dekan I FK UMI, Dr. dr. Nasrudin, M.Kes.,MARS.,SpOG., mengatakan acara ini luar biasa, ditengah persiapan singkat kita bisa melaksanakan acara ini dengan sukses. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia, Unit Production House (UPH) FK UMI. “Insya Allah akan banyak kegiatan-kegiatan kedepannya terutama via sistem daring di masa pandemi ini,” tutupnya.

(HUMAS)