Prof Quraish Shihab Ajari Dosen & Staff UMI Jadi Da’I

UMI Makassar – Prof.Dr.HM.Quraish Shihab menjadi pembicara pada pelatihan da’i/da’iah Dosen dan Karyawan UMI di lantai 1 Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (19/4), dengan Tema “Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an.

Hadir Ketua Yayasan Wakaf UMI H.M.Mokhtar Noerjaya, Wakil Rektor 4 UMI KH.M.Zein Irwanto, S.MA, Ketua DPP IMMIM Prof.Dr.H.Ahmad M.Sewang, M.A, Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A, dan sekitar 90 dosen dan karyawan UMI yang jadi peserta.

Prof.Quraish Shihab menyatakan para da’i tidak perlu melaksanakan dulu apa yang akan didakwahkan baru berdakwah. Sebab keliru jika menggunakan ayat “kabura maktan indallaahi antaluulu maalaa taf’aluun…”(celakalah orang yang menyuruh orang lain melakukan sesuatu sementara ia tidak akan melakukannya).

“Jadi seharusnya orang Islam boleh berdakwah walaupun ia baru bertekad dalam hati untuk melakukan apa yang didakwahkan,” jelasnya.

Selain itu, ketika ditanyakan tentang wasiat, ia menjelaskan bahwa wasiat adalah pesan yang penting untuk disampaikan orang yang akan meninggal. Tidak ada makna wasiat yang sudah dikerjakan.

“Misalnya orang meninggal dengan hartanya yang ditinggalkan, ia wasiatkan untuk disumbangkan ke lembaga sosial. Demikian pula suami boleh berwasiat kepada istrinya, misalnya “istrinya boleh bersuami jika sudah lepas masa iddahnya”, jelasnya.

Terkait dengan kewajiban berdakwah di dalam Q.S. Ali Imran ayat 104. Terdapat dua hal. Kata mingkum berarti penjelasan, berarti setiap orang wajib berdakwah. Kalau kata mingkum dikatakan sebagian, maka dalam masyarakat hanya sebagian orang yang wajib berdakwah. Namun demikian Prof.Quraish Shihab berpendapat bawha semua orang Islam wajib berdakwah, yang didakwahkan sesuai dengan yang diketahui. Misalnya orang yang buang sampah di jalan, agar ditegur dengan cara bijaksana.

Dikemukakan pula di dalam Al-Qur’an, jika ada perintah yang tidak disebut sasarannya, maka ia berlaku umum, misalnya kata iqra, bacalah, maka kita boleh membaca apa saja, bahkan bisa membaca buku cabul sekalipun asalkan dalam rangka bismirabbik (dengan nama Tuhan). Diilustrasikan misalnya anda diundang makan, silahkan makan dengan apa yang sedang dihidangkan, namun jangan pergi ke kulkasnya mengambil makanan orang karena tidak dihidangkan.

Pemateri lainnya dalam pelatihan da’i tersebut adalah Prof.Dr.H.Ahmad M.Sewang, M.A menjelaskan syarat dan rukun khutbah Jum’at. Sedangkan Rektor UMI Prof.Dr.H. Masrurah Mokhtar membahas Komitmen Berdakwah bagi sivitas akademika UMI. Selanjutnya KH.M.Zein Irwanto, M.A membahas Etika Da’i/Da’iah dan Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A menjelaskan cara praktis dakwah dan evaluasi dakwah.

(Humas UMI)

Previous Rektor UMI Kunjungan KKN ke Jeneponto
Next Mahasiswa Ekonomi UMI Diajar Jadi Da'i

You might also like

Pembina STIKES Mega Rezky Makassar Raih Doktor di PPs UMI

UMI Makassar – Pembina STIKES Mega Rezky Makassar, Alimuddin, berhasil meraih gelar doktor Bidang Ilmu Hukum di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Jl Urip Sumoharjo, Selasa (15/12). Alimuddin,

Lomba Quiz Pendidikan Dosen & Karyawan UMI

Inilah dia sesi kreasi jilbab sebagai salah satu sesi lomba quiz pendidikan bagi Dosen & Karyawan UMI dalam rangka HARDIKNAS dan Milad UMI ke-61 tahun 2015. (HUMAS UMI)

MABA UMI Mengikuti Pencerahan Qalbu

Sebanyak 560 mahasiswi baru Fakultas Kesehatan Masyarakat mengikuti gelombang pertama pencerahan qalbu dengan memondokkan mahasiswa baru selama satu bulan di Pesantren “Darul Mukhlisin” YW-UMI Padanglampe, Kabupaten Pangkep,  hal ini disampaikan