Puasa dan masalah kesehatan menjadi topik menarik pada interaktif ramadhan virtual UMI (Ahad, 03 Mei 2020) dengan menghadirkan Narasumber Dr. dr. H. Nasrudin A. Mappaware, Sp.OG, M.Kes, MARS. dengan Host Dr. Nurjannah Abna dan Dr. M. Ishaq Shamad. Interaktif ini juga menghadirkan sejumlah peserta dari kalangan Dosen, Karyawan UMI, Mahasiswa, Siswa SLTA dan Masyarakat Umum.

dr. Nas sapaan akrab alumni Fakultas Kedokteran UMI ini mengawali taushiyahnya dengan mengemukakan pentingnya visi dan misi UMI bagi sivitas akademika UMI, yakni “berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlaqul karimah”. Saya sebagai alumni bangga dengan almamater tercinta dan ini menjadi motivasi yang sangat besar dalam melakukan aktifitas di berbagai situasi dan kondisi yang dihadapi, jelasnya.

Selanjutnya dikemukakan definisi sehat, bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga harus sehat rohani/jiwa, spiritual dan harus ditambah dengan produktifitas yang tinggi. Dikatakan, puasa luar biasa memberi stimulus kepada sistem pencernaan tubuh, sehingga orang yang puasa menjadikan lambung beristirahat, dimana selama sekian bulan lambung bekerja terus di siang hari. Dengan berpuasa, maka dalam tubuh terjadi detoxifikasi (pengeluaran sel-sel beracun dalam tubuh), jelasnya.

Pada sesi tanya jawab, Dr. Ir. H. Abd. Rauf (Dosen FPIK UMI) mempertanyakan kebiasaannya yang melakukan penelitian di dalam laut (diving) sambil puasa, apakah tidak mengganggu fungsi-fungsi sel di dalam tubuh?, tanyanya.

dr. Nasrudin menjelaskan pentingnya setiap orang memperhatikan faktor umur dan kemampuan dalam melakukan aktifitas berat, seperti olahraga berat atau menyelam, sebab umur semakin tua semakin banyak sel-sel yang kurang berfungsi dengan baik, jelasnya.

Oleh karena itu, biasanya banyak orang menambah vitalitas dengan mengkonsumsi penambah tenaga/suplemen, namun hal ini tentu sangat berbahaya, sebab fungsi jantung, hati, dan pankreas, tidak boleh overload/dipaksa. Betapa besar Maha Kuasa Allah SWT, yang menjadikan hati manusia dapat menyerap segala macam zat-zat makanan dan menyalurkan ke seluruh darah dalam keadaan bersih. Demikian pula pankreas yang menyaring zat-zat gula untuk digunakan sumber energi tubuh, dst, jelasnya.

Peserta lainnya Dg. Hasanuddin menanyakan mengapa dia sangat loyo saat berpuasa, apa penyebabnya Dok?, tanyanya. Dr.Nasrudin yang juga Wakil Dekan I Fak. Kedokteran UMI ini menjelaskan perlunya makan sahur di akhir menjelang waktu imsak. Ini sesuai anjuran Rasulullah SAW, sebab tubuh manusia tidak boleh terlalu lama istirahat. Kemudian saat berbuka puasa, agar mengkonsumsi makanan yang manis-manis, untuk mengembalikan energi tubuh, glukosa sangat penting dalam tubuh. Ini juga sesuai anjuran Rasulullah SAW, jelasnya.

Irman mempertanyakan bagaimana proses pencernaan dalam tubuh, bagi orang Barat yang waktu puasanya lebih lama dari orang Indonesia? dr. Nasrudin menjelaskan Allah SWT telah menciptakan manusia dengan kehebatan manusia untuk bisa beradaptasi dengan cepat. Kita sangat bersyukur kepada Allah SWT tinggal di Indonesia dengan wilayah Tropis, sementara orang Australia misalnya, dengan 4 musim, jika musim panas tiba, sinar ultraviolet matahari bisa menjadikan kulit mengalami kanker kulit. Namun Allah menjadikan tubuh mereka mampu beradaptasi dengan baik. Demikian pula orang yang berpuasa di Barat, pasti proses pencernaan tubuhnya bisa beradaptasi dengan situasi yang mereka hadapi, jelasnya.

(HUMAS)