Makassar, UMI.AC.ID – Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk kesekian kalinya menegasikan diri sebagai kampus unggul dan perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia Timur.

Dari berbagai elemen, UMI tampak terllihat makin maju dan terus maju. Alumni Fakultas Kedokteran UMI Dr. dr. Hatta Handayani, M.Kes., misalnya. Wanita kelahiran 2 Mei 1988 di Kabupaten Sidrap itu berhasil menyelesaikan program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran PPs UNHAS dengan capaian Summa Cumlaude IPK 4.0.

Digembleng dengan pendidikaan Sarjana dan Magister di UMI, dr. Cici, sapaan akrabnya, berhasil menjadi alumni yang matang dan sangat maju hingga menjadi tenaga pendidik di UMI. Bahkan, karena mampu meraih summa cum laude dan mempertahankan disertasi Program doktornya, dr Cici, diminta untuk menjadi dosen luar biasa di Universitas Hasanuddin.

“Saya mulai kuliah S3 di Unhas pada bulan Agustus 2017 dengan beasiswa LPDP Kementrian Keuangan RI dengan program keunggulan Dosen Indonesia. S1 dan S2 saya besar di UMI. Bagi saya karena untuk pertama kalinya mahasiswa S3 ditawari jadi dosen luar biasa di Unhas untuk alumni UMI,” papar dr Cici.

Tawaran untuk menjadi dosen luar biasa di Unhas ini kata dr Cici muncul usai sidang promotor beberapa waktu lalu yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D. SpM(K) Med.

“Alhamdulillah karena Prof. Budu sebagai pimpinan sidang juga Dekan Fakultas Kedokteran Unhas mengatakan bahwa saya telah banyak mendongkrak nama-nama dosen di Unhas sebagai penguji promotor dan copromotor saya melalui jurnal international saya dengan mencantumkan nama mereka. Itulah sebab saya ditawari menjadi dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Unhas. Ini penghargaan yang luar biasa,” tambah dr. Cici.

Peraih sederet beasiswa bergengsi dan menerbitkan 10 Jurnal Terindeks Scopus (4 penulis utama dan 6 penulis berikut) mengangkat judul dalam desertasinya yakni ‘Efek Ekstrak Buah Sawo Manila (acras zapota L) Terhadap Ekspresi Gen mRNA High Motility Group Box (HMGB 1) dan Solubel Tumor Necrosis Factor Alpha pada Mencit yang Terinfeksi Salmonila Typhi.

“Penelitian yang saya bawakan ini menggunakan dua indikator, yang pertama indikator pemeriksaan yang menggunakan PCR untuk mendeteksi gen HMGB 1 pada Mencit yang telah terinfeksi Salmonila Typhi kemudian elisa, ini salah satu pemeriksaan juga untuk mendeteksi salah satu sitokin atau zat yang dikeluarkan oleh makrofat dan jika ada infeksi itu stitokinya adalah tumor Necrosis Factor Alpha,” papar dr Cici, Kamis (23/4/2020).

“Di sini saya mengekstrak buah sao manila dimana buah ini saya ambil dari Bantaeng di perkebunan masyarakat yang sudah lama dibudidayakan dan sudah sering diikutlombakan di Jakarta. Jadi saya bisa beranggapan buah Sao Manila di sana bagus. Buah ini kemudian saya ektraks di laboratorium,” tambah dr. Cici.

dr Cici berharap apa yang diraihnya saat ini dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa UMI agar lebih banyak belajar dan memperdalam ilmu tanpa batas.

“Terakhir saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa karena ilmu tidak ada batasnya. Jika pohon dijadikan pohon dan lautan dijadikan tinta, maka ilmu tidak akan pernah habis dituliskan,” harap dr. Cici.

(HUMAS)