UMI Makassar – Rapat kerja nasional dan semiloka internasional Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dibuka secara resmi wakil presiden RI yang juga ketua dewan penasehat BKS PTIS H M Jusuf Kalla (26/4).

Wapres RI H.M. Yusuf Kalla mengatakan, lebih 400 PTIS yang berkiprah memberikan amal jariyah. Sebelum bersaing global, maka bersaing lokal dulu perlu langkah-langkah strategis untuk memantapkan diri ke tingkat yang lebih baik.

Kualitas itu penting apabila berbicara pendidikan untuk ke depan tidak melihat kebelakang, berbicara pendidikan dan mutu. Kita butuh berbagai disiplin ilmu yang memiliki makna untuk kehidupan yang lebih baik. Kebutuhan yang mengarahkan prioritas dalam menata bangsa kedepan,” ungkapnya.

Ketua umum BKS PTIS Prof Dr Hj Masrrah Mokhtar MA dalam sambutannya mengatakan, saat ini pertumbuhan dan perkembangan PTIS di Indonesia cukup menggembirakan yang tercatat hingga saat ini kurang lebih 400 PTIS. Data ini mengindikasikan bahwa PTIS merupakan salah satu potensi yang sangat besar.

“Karena itu organisasi BKS PTIS akan senantiasa melakukan penguatan antar anggotanya dalam mencari solusi strategis dalam menjawab berbagai persoalan,” ujarnya.

Kehadiran BKS PTIS sebagai salah satu elemen dalam sisdiknas mempunyai tanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan visi Indonesia 2030 sekaligus mendorong inovasi untuk meningkatkan daya saing PTIS serta peran sentral dalam mendesain formasi bangsa ke depan.

Hadir Menristek Dikti, wakil gubernur Kalimantan Tengah, ketua umum BKS PTIS yang juga rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar Ma, pejabat provinsi Kalteng dan Palangkaraya, Ketua DPRD Kalteng, walikota Palangkaraya, Pimpinan PTIS se Indonesia, pimpinan Ormas Islam dan kemasyarakatan se Kalteng, Prof Dr H Mansyur Ramly, HM.Mokhtar Noer Jaya sebagai dewan penasehat BKS PTIS.

(Humas UMI)