Rapat Kerja dan Lokakarya Kurikulum Fak.Agama Islam UMI (7-8/9) berlangsung di Aula Hijaz Fak.Hukum UMI. Hadir pimpinan UMI, pimpinan Fakultas, Dosen dan staf FAI UMI. Panitia Pelaksana Dr. Andi Bunyamin,M.Pd menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan untuk merespon berbagai keinginan masyarakat dan sebagai bahan melengkapi persiapan reakreditasi program studi di FAI UMI.

Dekan FAI UMI Drs.H.M.Hasibuddin,SS,MA dalam pengantarnya menyatakan sudah ada 29 dosen agama lulus sertifikasi. Dana sertifikasi dosen dicairkan berdasarkan inpassing. Kalau di Fak lain dana wakaf dipungut dari MABA tapi di FAI UMI dana wakaf dipungut dari Dosen yg lulus sertifikasi.
Selain itu sebagian mahasiswa FAI UMI mendapat beasiswa dari Yayasan Wakaf UMI. Ke depan diharapkan agar dana Wakaf UMI juga bisa dikerjasamakan dengan MUI untuk membina penghafal Alqur’an di daerah-daerah. Selain itu dalam lokakarya ini akan dibahas salahsatunya mata kuliah Pancasila dimasukkan kembali ke dalam kurikulum.

Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA membuka acara tersebut dan menyatakan agar pimpinan Fak.Agama betul betul menilai mana dosen yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, bukan hanya selalu menuntut hak haknya. Dibagian lain Ibu Rektor mengemukakan, pemimpin yang hebat adalah orang yang selalu memberi contoh dengan disiplin dan melaksanakan amanah dengan baik.

Dikatakan pula agar FAI UMI tetap melaksanakan program double degree, misalnya mahasiswa bisa kuliah di FAI UMI juga bisa kuliah Fak Sastra jurusan Bahasa Inggeris, sehingga alumninya bisa diminati di masyarakat. Bahkan banyak alumni agama bisa bekerja di berbagai instansi dan bidang kerja lainnya. Rektor UMI sangat sedih kenapa Fak FAI kurang diminati masyarakat termasuk jurusan Bahasa Indonesia, padahal kedua jurusan ini sangat diperlukan di tengah masyarakat.

Mungkin ini bisa menjadi kajian dalam lokakarya ini agar memperhatikan muatan kurikulum yang menyeimbangkan bidang agama dan bidang-bidang lainnya. Selain itu dibutuhkan inovasi promosi yang lebih intens agar fakultas ini bisa lebih diminati oleh masyarakat.
Diyakini pendidikan karakter sudah menjadi substansi yang sangat penting di dalam kurikulum Fak Agama UMI, kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!