Sebanyak 100 orang Apoteker ikuti pengambilan dan penandatanganan sumpah etik di Auditorium Al-Jibra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa (23/10).

Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding SE. MM, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal pokok untuk menjadi bekal para Apoteker yang baru di sumpah.

Menurutnya, salah satu tantangan saat ini, bagaimana lulusan Perguruan Tinggi (PT), mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja di tengah revolusi industri 4.0.

“Revolusi industri 4.0 sebagai turunan perkembangan teknologi pun harus direspons. Four point zero (4.0), alumni harus mempersiapkan diri,” ujarnya.

Dikatakan pula, untuk bersaing di era revolusi industri 4.0, lulusan PTN/PTS tidak cukup hanya dengan kompetensi dasar yang dimiliki sebagai sarjana Farmasi dan Apoteker saja.

“Tetapi, harus diiringi dengan potensi kepemimpinan,” tegasnya.

Yang tak kalah penting adalah menjadikan kemampuan teknologi dan kompetensi sosial lainnya sebagai pengetahuan.

“Karena sekarang, perkembangan zaman menuntut luaran kampus untuk mampu bersaing,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai kompetensi berpikir kritis, kemampuan komunikasi dan integritas serta kemampuan bekerjasama sangat dibutuhkan di era saat ini khususnya di dunia kerja.

Tenaga medis Apoteker yang mengikuti pengambilan sumpah ini resmi dinyatakan lulus secara nasional. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Farmasi UMI Makassar. Diketahui, prosesi pengambilan sumpah 100 Apoteker di UMI Makassar, dihadiri oleh perwakilan ketua Komite Farmasi Nasional, Dr Hj Umi Athijah, Apt.,MS.

Turut hadir, Ketua Prodi Apoteker UMI, Muzakkir Baitz, S.Si. M.Si. Apt dan kepala Dinas Kesehatan kota Makassar.

(Humas UMI)