Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si., mendapat kepercayaan sebagai salah seorang narasumber Workshop Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan Indonesia dan Malaysia (7/8) di Universitas Malaysia Kelantan bersama Vice Chancellor UMK Prof. TS.DR. Noor Azizi Ismail. Hadir Rektor Universitas Malaysia Kelantan Bersama  Wakil Rektor  dengan 13 delegasi dari delapan universitas di Indonesia  di Kampus Bachok  UMK. 

Prof. Basri Modding dalam materinya menyampaikan pentingnya perguruan tinggi mempersiapkan sejak dini generasi muda memasuki era revolusi industry 5.0 yang sudah depan mata. Alumni Fakultas Ekonomi UMI ini mengingatkan kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi yang hadir,  tidak hanya untuk perguruan Tinggi di Indonesia tapi seluruh Perguruan Tinggi dunia untuk menyiapkan generasi  muda dengan empat kompetensi. Pertama leadership skill, keterampilan kepemimpinan, anak-anak kita sudah disiapkan sejak dari sekarang  skill kepemimpinan ,  Skill Leadership  akan membangun karakter dan melatih soft skill   dengan karakter yang kuat  terbentuk serta skill yang dikuasai.  Persaingan ke depan cukup ketat,  anak-anak kita juga memiliki daya tangkap  sangat tinggi dan mudah dapat menyerap banyak hal melalui pengalaman.  Karena itu,  sebagai institusi harus menyiapkan pengalaman yang akan bermanfaat bagi anak-anak kita kelak. Selain itu,  dengan skill Leadership  akan menumbuhkan rasa percaya diri.  Skill leadership  akan melatih keberanian dan kepercayaan diri dalam memimpin. Semakin sering mereka memimpin, maka akan semakin terbiasa untuk memegang kendali. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk menjadi pemimpin handal di masa depan.

Kedua, Keterampilan berbahasa asing, jika ingin menguasai dunia, maka kuasai Bahasa,  ketiga literasi informasi teknologi. Dewasa ini teknologi berkembang sangat pesat.  Melalui literasi digital ini mahasiswa akan memiliki kemampuan yang luar biasa untuk berpikir, belajar, berkomunikasi, bekerja sama, serta berkarya. Literasi digital yang penting untuk dimiliki mahasiswa abad 21 meliputi literasi informasi, literasi media, serta literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi.  Melalui literasi digital, mahasiswa  dapat mengakses informasi secera efektif dan efisien, melakukan penilaian terhadap informasi secara kritis, serta menggunakan informasi tersebut secara lebih bermanfaat.Keempat melatih keterampilan menulis, melatih mahasiswa menuangkan ide dan inovasinya dalam tulisan Keempat hal diatas menjadi perhatian kita semua dalam menyiapkan generasi muda, pemimpinan bangsa ke depan, dna tentu pembentukan karakter, , ujar Ketua APPERTI Sulsel ini.

Sementara itu, Naib Canselor UMK, Prof. Ts. Dr. Noor Azizi Ismail berkata, bidang keusahawanan pada hari ini dilihat semakin berkembang pesat dan relevan selaras dengan keadaan semasa ekonomi.

Kunjungan Rektor UMI,  selain mendapat undangan sebagai narasumber juga dilaksanakan pembahasan implementasi MoU  Universitas Muslim Indonesia dengan universitas Malaysia Kelantan seperti  visiting professor, pertukaran dosen & staff, mahasiswa, dan ssebagainya, Selain itu  untuk pengembangan universitas dan rencana pembukaan prodi kekinian di UMI. Hadir pula Ketua Pembina YW UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., MSi., Wakil Rektor V, Prof. Dr. Ir. H. M. Hatta Fattah, MS dan Kepala Kantor Urusan Internasional UMI, Dr. Ir. Ayu  Parawansa, MS.

(HUMAS)