Rektor universitas Muslim Indonesia, Prof.Dr. H. Basri Modding,SE.,MSi., mendapat penghargaan diundang khusus sebagai penguji eksternal ujian promosi Doktor ke 25, Wakapolda Sulsel, Brigjen.Pol. Drs. Adnas,MSi., di Universitas Bengkulu (30/12). Nampak hadir, diantara undangan, Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan, Prof.Dr. H la Ode Husen,SH.,MH.

Judul disertasi yang diangkat, Mediasi Komitmen Organisasi dalam Pengaruh Organizational Change Managemen, Leader, Member Exchange dan Keadilan Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pegawai Polri di Polda Metro Jaya, Polda Sulsel dan Polda Bengkulu. Obyek penelitian 3 Polda bertipe A dan tipe B, organisasi Polri adalah organisasi terbesar kedua didunia. Penelitian terdiri atas 10 varian yang dengan didukung 50 hasil penelitian sebelumnya.

Brigjen Pol. Drs. Adnas,MSi., menguraikan tugas pokok Polri (pasal 13 UU No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia) yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Lanjut dikatakan, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap kinerja Polri, yaitu 1). Peningkatan kinerja dan akuntabilitas Polri yang lebih baik; 2). Peningkatan kecepatan pelayanan perlindungan dan bantuan pertolongan kepada masyarakat dalam rangka pemeliharaan situasi keam,anan dan ketertiban masyarakat serta menjamin keselamatan dan keamanan; 3). Penegakan hukum yang tegas, tidak diskriminatif, memenuhi rasa keadilan masyarakat, terjaminnya transfaransi dalam proses penyidikan perkara dan adanya kepastian hukum bagi para pencari keadilan;

4). Peningkatan kapasitas peran dan funsgi intelejen kepolisian yang lebih mampuy memberikan early detection dan analisis intelijen dalam rangka antisipasi untuk tidak semakin berkembangnya situasi kamtimbas menjaid semakin destruktif; dan 5). Kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi publik atas pelayanan publik yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan kinerja polri.

Ada 10 kesimpulan hasil penelitian, yaitu 1). OCM berpengaruh terhadap komitmen organisasi pegawai polri. Hal ini menunjukkan semakin baik kategori ketersediaan konstruk OCM, maka komitmen organisasi pegawai Polri pada ketiga Polda akan semakin meningkat; 2). LMX berpengaruh terhadap komitmen organisasi pegawai Polri. Hal ini menunjukkan semakin baik kategori ketersediaan konstruk LMX, maka komitmen organisasi pegawai Polri pada ketiga Polda akan semakin meningkat; 3). Keadilan organsiasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi pegawia polri Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kategori ketersediaan konstruk keadilan organsasi,maka komitmen organisasi pegawia polri pada ketiga polda akan semakin meningkat; 4). OCM tidak berpengaruh terhadap OCB anggota Polri. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan konstruk OCM, untuk semua indikator dan dimensi perubahan sosial tidak mampu berkontribusi bagi peningkatan OCB pegawai Polri pada ketiga polda; 5). LMX berpengaruh terhadap OCB Pegawai Polri. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kategori ketersediaan konstruk LMX, maka OCB pegawai Polri pada ketiga Polda akan semakin meningkat; 6). Keadilan organisasi berpengaruh terhadap OCB pegawai Polri, Hal ini menujukkan bahwa semakin baik kategori ketersediaan organisasi, maka OCB pegawia polri pada ketiga polda akan semakin meningkat; 7). Komitmen organisasi tidak mampu memediasi pengaruh OCM terhadap OCB pegawai Polri. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan konstruk OCM untuk semua indikator dan dimensi perubahan sosial tidak mampu berkontribusi bagi pembentukan komitmen organisasi. Implikasinya komitmen organisasi tidak mampu memediasi pengaruh OCM terhadap OCB pegawai Polri pada ketiga Polda; 8). Komitmen organisasi mampu memediasi pengaruh LMX terhadap OCB pegawai Polri, Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kategori ketersediaan konstruk LMX akan mampu meningkatkan komitmen organisasi, komitmen organsiasi pada akhirnya akan mampu memediasi pengaruh LMX terhadap pembentukan OCB pegawai POLRI pada ketiga Polda; 9). Komitmen organisasi mampu memediasi pengaruh keadilan organisasi terhadap OCB pegawai Polri. Hal ini menunjukkan bahwa semkain baik kategori ketersediaan konstruk keadilan organisasi akan mampu meningkatkan komitmen organsiasi. Komitmen organisasi pada akhirnya akan mampu memediasi pengaruh keadilan organisasi terhadap pembentukan OCB pegawai Polri pada ketiga Polda; 10). Komitmen organisasi berpengaruh terhadap OCB anggota Polri, Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kategori ketersediaan konstruk komitmen organisasi maka OCB pegawai Polri pada ketiga polda akan semakin meningkat.

(HUMAS)