Rektor UMI hadiri Forum Rektor Indonesia (FRI) yang berlangsung tanggal 29 s.d 31 Januari di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Solo. Forum ini dibuka Mendiknas di Taman Budaya Surakarta.

Mendiknas Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh dalam sambutannya mengatakan, peran sejati perguruan tinggi senantiasa meningkatkan kreativitas dan inovati. Dan  tidak boleh terjebak pada rutinitas semata melakukan berbagai  terobosan baru yang bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

“Perguruan Tinggi harus visioner dan transformer, PT merupakan  mesin penggerak  transformasi sosial budaya dan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Dikatakan pula, PT menjadi role model kesantunan sosial dan menjadi contoh. PT tidak boleh terjebak kekerasan sosial karena kekerasan dalam interaksi bukanlah tegas. Hal ini suatu saat menyebabkan hilangnya sensivitas sosial dan masyarakat akan terjermus dalam kegersangan sosial dan nilai.

“Saya berpesan, tahun 2014, manfaatkan tahun pemilu dengan mencerdaskan anak bangsa. PT tidak boleh terlepas dengan ikatan masyarakat termasuk dinamika masyarakat. PT tidak bergerak di ruang hampa dan riil dengan aktivitas seperti itu tapi tidak terjebak dengan politik praktis,” himbaunya.

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar disela-sela pembukaan Forum Rektor Indonesia di Taman Budaya Surakarta, 29 Januari 2014. Kegiatan ini sangat strategis dan monumental.

“Para rektor bertemu, berkumpul berdiskusi mengutarakan gagasan dan ide untuk memberi solusi arah permasalahan bangsa mendesain masa depan bangsa,” ungkap Masrurah.

Kegiatan FRI, ada dua agenda utama yaitu konvensi kampus X dan temu tahunan XVI. Sejak FRI lahir, bertekad untuk mengawal proses transformasi kepemimpinan nasional secara aman dan demokratis sekaligus mendorong agar pemimpin baru nanti memiliki visi dan misi pembangunan yang kembali menegakkan kedaulan rakyat.

(Humas UMI)