Kemitraan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri dalam upaya pengembangan di era distruption yang semua serba cepat merupakan hal yang harus dipacu agar secara bersama menyiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan yang sulit diprediksi ke depan, hal ini disampaikan Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., MSi., disela acara pembukaan Global Summit of Leader University ( GSoUL) di Universitas Islam Malang (27/3).

Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI ini menambahkan sinergitas yang dibangun Perguruan tinggi bertujuan untuk saling mendukung dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas, profesional dan berkarakter unggul. Networkimg atau sinergitas kedua institusi merupakan potensi besar untuk saling mengembangkan dan maju sehingga dapat berkompetisi di era global, industri 4.0.

Basri yang juga Ketua APPERTI Sulsel menyampaikan apresiasi atas even internasional yang diselenggarakan Unisma dengan melibatkan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dan juga Wakil perguruan tinggi luar negeri dari 14 negara sebagai salah satu jalan saling menguatkan dalam pemgembangan dibidang tri dharma perguruan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini dibuka secara Resmi Kemenristekdikti Prof. Dr. H.Muhammad Nasir dan diikuti delegasi Pimpinan PTN/ PTS dalam maupun luar negeri yang juga ditandai dengan penandatanganan MoU.

Kehadiran Rektor UMI didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT., Wakil Rektor II Prof. Dr. H Salim Basalamah SE MSi., Wakil Rektor V bidang Kerjasama, Prof. Dr. Ir. H. Hatta Fattah, MS.

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Masykuri mengatakan bahwa forum GSoUL terdiri atas 4 sesi. Dalam setiap sesinya, Rektor dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri memaparkan good practice, terutama menyiapkan lulusan yang siap di era tantangan industri 4.0 serta memikirkan society fight 5.0.
Misal, sesi I, hadir Rektor Unisma, Rektor National Pingtung University Taiwan, Rektor Universitas Holy Quran and Islamic Sciences Sudan, Rektor Moscow City Rusia, dan Rektor Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand, ujar Masykuri.

Peserta konferensi diikuti 39 delegasi dari kampus mancanegara mulai dari Malaysia, Lebanon, Jepang, hingga Arab Saudi dan 100 Rektor PTN/PTS se Indonesia.

(HUMAS)