UMI Makassar – Kunjungan Rektor UMI bersama pimpinan di Lokasi KKN reguler 56 UMI tahun 2016/2017 di kec. Bangkala Kab Jeneponto, 19 April 2016 di aula kantor kec. Bangkala.

Hadir wakil rektor III, bidang kemahasiswaan, WR 5 Bidang kerjasama dan perencanaan pimpinan fakultas dalam lingkup UMI. Hadir Bupati Jeneponto dan forum komunikasi pemerintah daerah Jeneponto. Camat Bangkala Kade dan lurah se kec. Bangkala &Mahasiswa KKN reguler ang. 56 sebanyak empat ratus lebih yang terpusat di kec. Bangkala yang terdiri atas 14 desa/kelurahan.

Bupati Jeneponto Ikhsan mengapresiasi dan berterima kasih kepada rektor dan seluruh civitas akademika UMI atas dukungannya dalam berbagai program untuk pembangunan SDM di Kab. Jeneponto.

“Meskipun pada dasarnya Jeneponto merupakan salah satu kabupaten di Sulsel yang memiliki potensi yang sangat besar, memiliki karakter yang besar untuk kesejahteraan masyarakatnya, pemerintah kab. Jeneponto sangat berharap bantuan dan dukungan UMI sebagai PTS yang terbaik dan terbesar di KTI dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional untuk dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan kab. Jeneponto khususnya di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran UMI di kab. Jeneponto sejak beberapa tahun sebelumnya. Hal ini ditandai di Jeneponto UMI memiliki 3 desa binaan, Marayoka, Gunung Silanu dan yang dibahas sejak puluhan tahun lalu dan sampai saat ini telah berdiri lembaga pendidikan Pesantren Gunung Silanu yang beberapa bulan lalu menjadi lokasi pengambilan gambar film Harimau di Tanah Haram.

Selain itu, tahun 2015/2016 kerjasama dengan kementerian sosial RI telah dibangun beberapa rumah tidak layak huni dan penyerahan bantuan alat pertanian, pembinaan kelompok bersama yang terfokus di kec. Bangkala.

“Kami juga menempatkan Spd (Sarjana Pengabdi Desa) dan tenaga pengabdi desa di bawah koordinasi LPMD yang juga adalah alumni UMI dari unsur mahasiswa desa binaan. Anak-anakku, selama melaksanakan pengabdian KKN di desa masing-masing banyak menimba ilmu pada masyarakat dan belajar dari para orang tua yang memiliki pengalaman,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!