Makassar, umi.ac.id – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si. hadir sebagai Opening Speech pada Kuliah Umum Keinsinyuran Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI melalui aplikasi video teleconference zoom dan Live Youtube FTI UMI, Sabtu, 13 Februari 2021.

Kuliah Umum tersebut bertema “Insinyur Membangun Indonesia, Insinyur yang Berintegrasi dan Bermartabat”.

Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si., Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI, diwakili Wakil Dekan 1. Ir. Hj Setyawati Yani, MT. Ph.D., IPM, ASEAN Eng., dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc.(Eng), IPU, ASEAN Eng. sebagai Opening Speech.

Selain itu turut hadir Ir. Bambang Goeritno, MPA., MSc., IPU (Ketua Majelis Standar Keinsinyuran Persatuan Insinyur Indonesia/Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia) dan Ir. Rizal Kasli, IPM, POU (Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, PERHAPI) sebagai Pembicara atau Narasumber serta Ir. Habibie Razak, ST, MM, IPU, ASEAN Eng., ACPE (Project Director Energy, Resources & Transport SMEC Indonesia/Alumni Program Profesi Insinyur FTI Universitas Muslim Indonesia) sebagai Moderator.

Rektor UMI Prof. Basri Modding dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada narasumber atas kesediaannya memberikan pencerahan tentang keinsinyuran pada kuliah umum FTI UMI serta Dekan FTI UMI atas penyelenggaraan kuliah umum, tentu ini adalah wahana dalam memperluas wawasan khusunya dalam keinsinyuran.

Bangsa indonesia sangat mengharapkan para insinyur meningkatkan daya saing bangsa dan negara dalam menggali dan memberikan nilai tambah atas berbagai potensi yang dimiliki oleh Indonesia.

Oleh karena itu kita sangat mengharapkan para insinyur dapat mengatasi segala masalah dari perubahan global serta dapat mendorong berbagai kemajuan dan kemandirian, ungkap Mantan Direktur PPs UMI 2 periode tersebut.

Fungsi dan peran insinyur dalam menjadikan indonesia maju dan mandiri tentu dibutuhkan beberapa hal, yang diantaranya adalah seorang insinyur harus dapat bersaing secara global dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemudian seorang insinyur saat ini harus turut berperan dalam kompetisi global yang tentu berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi yang tentu dengan insinyur luar negeri.

Dalam menghadapi revolusi industri 5.0 diharapkan alumni UMI memiliki kemampuan leadership skill, bahasa asing, wawasan teknologi informasi, dan keterampilan mengeluarkan ide-ide, urainya.

Kami sangat mengharapkan insinyur yang lahir melalui FTI UMI tidak hanya berperan dalam pemeliharaan dan pengoperasian perangkat keras, tetapi meningkatkan daya saing dan nilai tambah yang berkelanjutan dalam bidang industri serta merangsang tanggungjawab sosial keinsinyuran, harapnya.

(HUMAS)