Rektor UMI Prof.Dr.H.Basri Modding, SE, M.Si membuka pelatihan manajemen dakwah bagi mahasiswa UMI di Aula Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar,M.A kampus 2 UMI (6/11). Hadir Ketua UPT.PKD UMI Dr.M.Ishaq Shamad,M.A, para Kabid UPT.PKD UMI dan 50an peserta.

Prof.Basri Modding menyatakan sekarang adalah era percepatan 4.0, semua dengan sistem digitalisasi. Bahkan negara maju, seperti Amerika Serikat, India, dan Australia lebih mempercayai robot daripada manusia. Oleh karena itu, mahasiswa UMI harus memiliki 4 kompetensi yang disebut 4 K (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif), jelasnya.

Dikatakan semua mahasiswa UMI harus familiar dengan teknologi literasi, karena semua aktifitas berkaitan dengan teknologi. Tentu tidak lepas dari identitas Islam, yakni etika sebagai muslim. Karena itu, semua mahasiswa UMI wajib mengikuti Pencerahan Qalbu UMI dengan karakter moral (keimanan, ketaqwaan, kejujuran, dan rendah hati). Selain itu karakter kinerja (keras, ulet, tangguh, tidak mudah putus asa dan kerja tuntas), harapnya.

Ke depan, dibutuhkan kompetensi individual, terutama dalam penerimaan dosen UMI yang lalu banyak yang tidak lulus, karena terkendala Bahasa Inggeris atau Arab bagi dosen agama.

Tahun depan, dipersiapkan revolusi industri 5.0 dengan kognitif system, misalnya jika ada yang salah, akan diperbaiki sendiri oleh system itu. Jika ada mobil rusak, maka mobil akan memperbaiki dirinya sendiri, sebutnya.

Demikian pula human intelligence vs cognitif computer (robot). Jika dokter mau melakukan operasi, 50% dikerjakan oleh robot yang sifatnya rutinitas, tidak ada lagi perawat.

Karena itu, mahasiswa UMI jangan bercita-cita menjadi ASN yang banyak mrlakukan rutinitas saja. Sebab generasi milenial cenderung santai. Para peserta paling berbahagia karena terpilih sebagai peserta dari 24 ribu mahasiswa UMI. Karena itu bersyukurlah, sebagaimana firman Allah, jika bersyukur, maka Allah menambah nikmatNya.

Jadikan ini sebagai generasi milenial yang siap bersaing ke depan.SDM harus mampu melihat apa yang orang lain tidak mampu melihatnya.

Jika mahasiswa tidak memiliki medsos, maka sebaiknya mundur saja. Mahasiswa harus familiar dengan teknologi. Ke depan, akan terbagi, mana pekerjaan manusia dan mana pekerjaan robot. Akan terjadi take over artificial intelligence. Sudah banyak yang operasikan, misalkan jika pesan makanan di hotel, hanya click2 di kamar, orderan datang. Demikian pula di restoran tertentu, menggunakan system digital.

Bahkan di Tiongkok, hanya membayar dengan senyum-senyum saja, pelanggan bisa pilih makanan dan minuman dengan smile to pay, ATM tidak berlaku lagi. Ini semua menunjukkan SDM yang dipersiapkan jadi lebih baik.

Jangan lupa karakter moral dan jangan berlaku sombong dan membanggakan diri sebab Allah tidak menyukai orang sombong, tetapi Allah senang kepada orang yang memiliki kejujuran. If you lost integrity, you lost everything (jika hilang kepercayaan, maka anda kehilangan segala-galanya), jelasnya.

Jika ada kepercayaan oleh orang, maka gunakan dengan baik dan pemimpin harus mementingkan untuk mengambil tindakan cepat, sebagaimana Mario Teguh berkata jika sudah yakin langsung ambil keputusan. Hal ini sesuai ayat Al-Qur’an “Faizhaa Azmtaa fatawakkal ala Allah”. Jangan pasrah saja, tetapi anda harus merubah diri.

Selain itu, kompetensi SDM dalam Revolusi 5.0, yakni 4 kompetensi alumni: 1. Leadership skill, 2. Language skill, 3. Technology literasi, 4.writing skill, jelasnya.

Sementara itu, Ketua UPT.Pengembangan Karakter dan Dakwah UMI dalam laporannya menyampaikan tujuan pelatihan manajemen dakwah ini, antara lain membekali skill berdakwah bagi mahasiswa UMI, baik dakwah di dalam maupun di luar kampus UMI. Selain itu, kegiatan ini sangat penting dalam mempersiapkan SDM UMI agar bisa berdakwah di era milenial saat ini, jelasnya.

Peserta merupakan utusan dari masing-masing fakultas dalam lingkup UMI, dengan pemateri Prof.Dr.H.Basri Modding, Dr.HM.Arfah Shiddiq, M.A, Drs.KH.M.Zein Irwanto, M.A dan Dr.M.Ishaq Shamad, M.A. Adapun materi yang dibahas, antara lain Manajemen SDM, Materi Dakwah Kontemporer, Metode Dakwah Al-Qur’an dan Teknik Cermah dan Khutbah Praktis, jelasnya.

(HUMAS)