Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA didampingi Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat dan Dakwah (LPMD) Prof Dr H Salim Basalamah. SE, MSi, Sekretais LPMD Ir Annas Boceng, MSi, Kapus Binaan dan Kerjasama LPMD Drs H Rauf Assagaf, MP dan Drs. Safri, MPd Tim Monitoring Diknas Provinsi Sulsel.

Rabu (14/12/2011) melakukan monitoring dan evaluasi Kegiatan Program Keaksaraan Usaha Mandiri (Pemberantasan Buta Aksara Tingkat Lanjut) kerjasama UMI dengan Kemendiknas, di Desa Marayoka Kec. Bangkala Kab Jeneponto.

Peserta Program Keaksaraan berjumlah 100 orang, laki-laki 40 orang, petempuan 60 orang, mereka diberi keterampilan berupa tata boga, tata rias dan membuat bros dan kembang bagi perempuan dan cetak sablon untuk laki-laki.

Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA :

– Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UMI terhadap masyarakat, karena mereka sangat membutuhkan keterampilan sebagai bekal, sehingga dapat mengembangkan diri dan diharapkan dapat membuka usaha mandiri yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraannya.

-Keterampilan yang diberikan secara cuma-cuma, masyarakat tidak dibebani, bahkan alat yang dipakai dalam praktek akan disimpan untuk masyarakat.

– Kedepan bukan hanya keterampilan yang akan diberikan, tetapi akan dilakukan pembinaan penyadaran pengetahuan keagamaan, baik yang terkait dengan ibadah, maupun dengan penyadaran untuk berbusana muslimah.

-Kegiatan ini diharapkan akan terus berlanjut dan dapat menyentuh semua lapisan masyarakat. Untuk itu peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk bermitra dengan UMI memperdayakan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Drs. Safri, MPd Tim Monitoring Diknas Provinsi Sulsel :

– Kegiatan UMI ini sangat positif dan membantu masyarakat, karena rata-rata tingkat pendidikannya masih rendah, sehingga mereka perlu dibekali dengan keterampilan supaya mereka bisa mandiri, sekaligus mengurangi pengangguran.

– Yang menarik adalah UMI yang datangi masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu keluar biaya untuk memperoleh keterampilan, seperti bagaimana cara berhias atau menghias pengantin, bagaimana mambuat kue yang sederhana serta keterampilan cetak sablon, bahkan peralatan cetak sablon akan disimpan sebagai media pembelajaran bagi masyarakat.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!