UMI Makassar – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, MA mendapat kepercayaan sebagai salah satu narasumber dalam halaqah nasional dan workshop ulama perempuan untuk penguatan materi dakwah Hidmat Muslimat NU di Surabaya dengan tema meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat dalam menjawab problema sosial bangsa.

Masrurah yang juga Ketua Umum BKS PTIS ini diberi amanah menyampaikan materi  Problema Unwanted  children  &  upaya strategis mencari solusi (upaya mereduksi kasus, pola pengasuhan, pemenuhan hak menurut perspektif sosiologis (18/12) di Hotel Surabaya Suite dan tampil panel dengan Prof.Dr. H. Nasaruddin Umar, MA yang melihat dari perspektif agama dan dr. Ny. Hj. Wisnu Wahyuni Singgih, SpKJ(K) dari perspektif psikologi.

halaqah surabaya2

Sementara itu, ketua panitia, Dra. Mursyidah,MA mengatakan bahwa kegiatan Halaqah Ulama Perempuan merupakan kerjasama antara Pimpinan Pusat Muslimat NU dengan Kementerian Agama RI diikuti para ulama (nyai), ketua PW Muslimat dan Hidmat se Indonesia dan juga beberapa undangan khusus pimpinan pondok pesantren se Indonesia dilaksanakan tanggal 17 sd. 20 Desember 2015.

Selain materi dan diskusi di forum juga peserta mengikuti kunjugan ke pesantren Millenium (pesantren, anak terlantar, anak yatim, dhuafa) dan pesantren Metal (anak dengan narkoba).

Masrurah dalam materinya mengatakan bahwa saat ini beragam persoalan sedang dihadapi umat Islam di Indonesia mulai dari masalah personal seperti ibadah ritual hingga masalah yang mempengaruhi masa depan bangsa dan negara serta keutuhan NKRI. Potret kehidupan saat ini maraknya penyimpangan remaja merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang menarik dan memilukan semakin merebak pada waktu sekarang ini. Resiko meningkatnya perilaku seks pra nikah dan seks bebas tidak dapat dihindari akibat perkembangan budaya modern dan meningkatnya usia pasangan nikah. Disisi lain, remaja adalah generasi penerus yang masih memungkinkan potensi sumberdaya manusianya berkembang, sehingga pada saatnya akan menggantikan generasi sebelumnya menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.

Lanjut dikatakan, kehamilan yang tidak diinginkan berdampak pada penolakan keluarga, timbul kerentangan psikologis dan biologis serta pertumbuhan dan perkembangan otak dan janin yang tidak maksimal. Dari aspek kesehatan, kurangnya persiapan prenatal  dan kemungkinan menderita penyakit tertentu dan kematian, dari aspek sosial, perceraian orang tua, kemiskinan, KDRT, kenakalan remaja, dan secara psikolog hasil penelitian pada orang dewasa berumur 23 tahun menunjukkan bahwa unwanted children memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah daripada wanted children.

“Apakah kita tidak khawatir dengan lingkungan disekitar kita?  bila satu saat mereka menjadi generasi yang jauh dari ajaran Islam, anak kita saat ini mereka 30 tahun pemimpin masa depan. Karena itu, apakah kita tidak risau bila meninggalkan anak-anak dan cucu-cucu kita yang selalu mengikuti keinginan hawa nafsunya, dan jauh dari Al-Qur’an dan Sunnah?  Padahal dalam Q.S. An Nisa : 9  secara  jelas mengingatkan kita hendaklah  takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka,” jelasnya.

Masrurah meminta kepada peserta untuk menyikapi secara tepat agar seksualitas dilihat dengan lebih utuh dan dimaknai dengan lebih manusiawi secara benar, bukan mencari pembenaran atas sesuatu yang salah, keluarga  memberikan pendidikan dan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini, kewajiban kita  melakukan  pencegahan agar pasangan yang belum menikah tidak melakukan hubungan suami istri , perlu pendidikan kesehatan reproduksi, dan saatnya umat Islam khususnya daiyah, pimpinan Ormas  untuk segera  mendesain aksi konkrit dengan melakukan peta dakwah dan bersama menyikapi pengasuhan anak yang tidak diinginkan agar mereka tetap dalam pelukan orang yang penuh dengan cinta kasih dan kuat dalam pendidikan agama Islam untuk pembentukan karakter mereka sebagai generasi Rabbani.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!