Implementasi kerjasama Universitas Muslim Indonesia dengan Kementerian Sosial dalam pemberdayaan masyarakat dalam bentuk penyerahan bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni ( RS-RTLH) yang saya istilahkan rutilahu kepada 10  warga yang kurang mampu di setiap kabupaten untuk tahun 2017  di tiga kabupaten yaitu Takalar,  Gowa, dan Jeneponto. Hari ini (9/1) kami awali penyerahan penyerahan bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni ( RS-RTLH)  di Kab Takalar, ujar Rektor UMI Prof. Dr. Hj.  Masrurah Mokhtar, MA., di acara penyerahan bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni ( RS-RTLH) di ruang rapat Bupati Takalar. Hadir Bupati Takalar.

H. Syamsari SPt., MM, Kepala Dinas Sosial Kab. Takalar,  Ketua Lembaga Pengabdian Masyarat dan Dakwah ( LPMD).Prof Dr H Salim Basalamah, SE.,Msi, Sekretaris LPMD, Drs. H. Abd. Rauf Assagaf, M.Pd., Kepala Desa Sanrobone dan warga penerima program Rutilahu Desa Sanrobone.

Rektor UMI dalam sambutannya mengatakan bahwa program desa sejahtera mandiri merupakan program pemerintah dengan melibatkan perguruan tinggi dalam pendekatan percepatan penanganan kemiskinan terpadu yang ditandai dengan MoU. Peran Perguruan Tinggi  dalam hal ini UMI sebagai mitra Kemensos RI berperan sebagai inisiator dan pelaku  berdasarkan potensi dan kapasitas yang dimiliki.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak dasar, mewujudkan kemandirian masyarakat dan mensinergikan berbagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial  untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan mewujudkan kemandirian masyarakat serta mempercepat penurunan kemiskinan desa, ujar Ketua Umum BKS PTIS ini.

Masrurah menambahkan program rutilahu ini program tahun  2017 dan merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Takalar, Jeneponto dan Gowa dengan menempatkan di tiga desa binaan UMI. Setiap desa terdiri atas  10 warga yang akan mendapatkan program dengan biaya setiap program bantuan untuk setiap warga sebesar   Rp.15.000.000 .,sehingga 10 warga di Desa Sanrobone Takalar mendapatkan Rp.150.000.000. Demikian juga di Desa Gunung Silanu Kab.Jeneponto yang juga Desa binaan UMI mendapatkan 10 warga dengan masing-masing biaya perbaikan Rp.15.000.000. Hal ini juga berlaku di Desa Borisallo Kab Gowa yang juga desa binaan UMI juga diperuntukkan 10 warga yang akan mendapatkan bantuan masing-masing @Rp.15.000.000. Untuk bantuan dana rutilahu keseluruha  berjumlah rp. 450.000.000 ujar Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia Sulsel ini.

Sementara itu Bupati Kab Takalar H.Syamsari SPt., MM., memberi apresiasi dan terima kasih atas perhatian bantuan dan dukungan UMI dengab  wujud nyata program peningkatan kualitas masyarakat di Kab. Takalar khususnya Desa  Sanrobone Kec. Sanrobone sebagai desa binaan UMI dalam berbagai program diantaranya pendidikan dengan menghadirkan pondok pesantren Mizanul Ulum UMI di Sanrobone, program sosial ekonomi, kesehatan dan lainnya hal ini tidak terlepas dari wujud nyata  UMI sebagai PTS yang memiliki kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan firman Allah sebaik baik manusia atau lembaga ketika memiliki kemanfaatan untuk orang lain.

Syamsari menambahkan pula kemitraan yang dilaksanakan UMI dengan kemensos khususnya program Desa Sejahtera Mandiri memiliki motivasi dan  pengaruh positif serta  strategis  dalam meningkatkan kesejahteraan sosialnya.  Saya berharap peran UMI dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat tetap berlanjut dan mungkin bisa juga didesa lain di wilayah Kab.Takalar ujar Syamsari.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!