UMI Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan peran aktifnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) keinsinyuran.

Komitmen tersebut untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan riset serta inkubator bisnis industri kendaraan pedesaan.

Demikian disampaikan pihak UMI saat didaulat membawakan materi dalam Forum Group Discussion (FGD) di auditorium Garuda lantai dua, kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (29/11).

Dimana sebelum FGD, Kementerian Perindustrian bersama empat Kementerian lainnya, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pemdidikan dan Kebudayaan, Kementerian BUMN, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU).

Penandatanganan MoU yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Perekonomian Darmin Nasution tersebut dalam rangka pengembangan pendidikan vokasi berbasis kompetensi dan kendaraan pedesaan.

Menteri yang menandatangani MoU tersebut, antara lain Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto; Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri; Menteri BUMN, Rini Sumarno, Mendikbud, Muhajir Effendy; Menristek Dikti, M Nasir.

Kegiatan tersebut juga dihadiri 21 rektor perguruan tinggi se Indonesia, Institut Otomotif Indonesia, Direktur Utama Petrokomia, direksi pimpinan perusahaan otomotif dalam GAIKINDO, para pimpinan akademi vokasi dan komunitas, dan pihak terkait pengembangan industri kendaraan pedesaan.

Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar MA sebagai salah satu rektor yang menandatangani MoU tersebut didampingi Dekan FTI UMI, Ir Zakir Sabara MT IPM ASEAN Eng; Kepala Humas UMI Dr Nurjannah; dan Sekprodi Profesi Insinyur FTI UMI, Ir Taufik Nur MT IPM ASEAN Eng.

Turut bersama Rektor UMI menandatangani MoU adalah Rektor ITB Prof Kadarsyah, Rektor Andalas Padang, Rektor UI, Rektor ITS, Rektor ITB, Rektor UGM dan beberapa kampus ternama di Indonesia.

(Humas UMI)