Menjalin silaturrahmi, kita akan mendapatkan berkah. Karena itu momentum Isra Miraj, kita perkuat silaturrahmi untuk membangun UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, hal ini disampaikan Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,Msi. dalam sambutannya pada acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW civitas akademika UMI (10/4) di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI.
“Peringatan Isra Miraj ini kita jadikan momentum untuk menenangkan diri kita. Isra adalah perjalanan Masjidil Haram ke Aqsa adalah kesalehannya silaturahim atau hubungan sesama manusia. Kita harus terus menjaga hubungan antara satu dengan yang lain. Akan ada berkah di antara kita,” tutur Prof. Basri Modding.
Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI ini menambahkan, Mi’raj yakni Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha. Dimana, Rasulullah diperintahkan terkait shalat. Perjalanan ini menjelaskan pada hubungan manusia dengan Allah SWT atau kesalehan imam.
“Ada 3 bentuk persaudaraan Ukhuwah Islamiah yang harus dijaga dengan baik. Pertama kita bersaudara karena keyakinan yang sama dan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup. Kedua kita bersaudara sebagai satu bangsa dan satu organisasi serta ketiga kita bersaudara sebagai sesama manusia di bumi,” sebut Prof. Basri Modding.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. yang juga Imam Besat Masjid Istiqlal Jakarta sebelum mengurai makna hikmah Isra Miraj, Prof. KH. Nasaruddin Umar mengajak civitas akademkka UMI untuk mendoakan panjang umur para sesepuh di UMI, Mokhtar Noerjaya, Prof. Mansyur Ramly, Ibu Masrurah dan lainnya. Di bawah sentuhan tokoh-tokoh UMI, maka reputasi UMI tetap dipertahankan ke depan. Karena didalam suatu era , tidak ada lagi bedanya Perguruan Tinggi (PT) negeri dan swasta. Di Amerika Serikat, PT swasta-lah yang besar, misalnya PT Harvard University, Chocago University adalah swasta.
Al-Qur’an Surah Al-Isra sebagai surah 3 serangkai bersama Q.S. An Nahl dan Al Kahfi. Sebaiknya sebelum mendalami Q.S. Al Kahfi, dalami dulu Q.S. Al kahfi.
Q.S. An Nahl sebagai pengantar ke surah al Isra. Kata subhaannallaziy asra… Kata asra menunjukkan bisa dirasionalkan. Misalnya pesawat jet bisa menempuh jarak lebih cepat. Sedangkan mikraj tidak bisa dirasionalkan. Isra adalah perjalanan horisontal sedangkan mikraj sebagai vertikal. Sabda Nabi: asshalatu mikrajul mukmniin.
Subhaanallaziy asra, Maha suci Allah yang memperjalankan hambaNya. Tidak perlu dipertanyakan mengapa. Bukan ayat asra bimuhammadin. Sebab yang mikraj bukan hanya Muhammad. Karena itu, kata biabdihi bukan biaabidon. Kata aabidon adalah penyembahan berhala. Abiidon, ia menyembah Tuhan tapi musyrik. Sedangkan abdon hanya menyembah Tuhan. Makanya abdurrahman bukan Abiidon rahman dan aabidon yang konotasinya jelek.
Untuk itu, jangan gampang mengkafirkan orang jika hanya berdasar pada terjemah Bahasa Indonesia. Misalnya di dalam Bahasa Arab kata Cinta saja, ada 14 macam maknanya.
Kembali ke ayat subhanallaziy biabdihi. Siapa yang merasa hamba? Yakni orang yang jidatnya menyatu dengan telapak tangan ketika membasuh kepala saat wudhu. Hanya hamba yang nempel dengan Allah yang bisa mikraj. Jika ada muslim tidak tersentuh dengan wudhu maka ia susah mikraj. Makanya jadilah abdon bukan abiidin.
Lailan juga banyak maknanya:

  1. Simbolik, yakni malam menampilkan kegelapan, kekhusyuan, ketenangan, dst. Bukan nahariah, berarti jantan dan kesombongan.
  2. Feminin adalah yang superpower bukan maskulin. Contohlah akhlaq Allah dari Asmaul Husna, bukan hanya dibaca tapi dikontemplasikan. Terdapat 80% sifat Allah di dalam Asmaul Husna, 20% bersifat feminin. Misalnya Arrahim. Arrahman yang disebut 78 kali. Sedangkan Allah Maha angkuh hanya 1 kali disebut. Wajah femininnya Allah itulah Arrahman, Arrauf dst. Hampir tidak pernah berulang di dalam Alquran sifat angkuh. Nabi Muhammad menyebut jika Alquran dipadatkan akan menjadi Al faatihah. Jika Al faatihah dipadatkan lagi maka menjadi bismillaahirrahim.

Ar Rahman dan Ar Rahim intinya, adalah cinta. Itu berarti jika alquran dipadatkan maka berarti cinta, bukan teroris. Demikian pula Ummul Kitab jika dipadatkan, maka intinya juga alfaatihah. Demikian pula inti doa, adalah siraatal mustakim. Inilah puncak doa.
Kembali ke-ayat subhaanallaaziy…, mobilitasnya dari Masjid ke masjid. Apa arti masjid? Dari kata sujudan atau saajidon. Sajadah adalah sujud, yang berarti menjatuhkan kepala ke lantai. Kalau sujud sertakan juga roh dan jiwanya, semuanya tersungkur hanya kepadaMu. Apakah anda sujud atau sajad? Dijawab jamaah sujud. Makanya pantas doa tidak dikabulkan, jelasnya.
Tempat sujud lebih utama membangun saajid daripada tempat sujud, makanya semua permukaan bumi adalah masjid. Masjid aqsa awalnya tidak ada bangunan demikian pula ka’bah juga tidak ada bangunan. Saajid yang perlu diperbanyak dan lebih utama daripada bangunan masjid. Masjid Nabi sangat sederhana, bahkan ada hadis Nabi, salah satu tanda kiamat, jika masjid didandan berlebihan. Masjid sebagai rasa masjid, yaitu selalu ada orang yang sujud, banyak orang i tikaf dan kontemplasi di dalamnya.
Kalau orang sudah mikraj menempati aalamul ulya. Mikraj naik ke tempat aalamul ulya. Semakin naik semakin banyak melihat. Jika anda pernah keliling dunia, semakin banyak dilihat. Mikraj, meninggalkan dunia dhahiriah ke ruhaniah.
Orang yang tidak pernah mikraj menganggap dirinya paling benar. Karena itu kita diminta naik ke atas, pasti orang itu hidupnya berkah. Berkah itu, intervensi keilahian. Cara connectingnya melalui linuriyahuuu min aayatina, melihat dengan kepala langsung. Manusia yang buta mata hatinya, tidak pernah mikraj, menganggap dirinya sendiri paling benar.
Shalat harus lebih sempurna dengan ibadah ruuhiyah. Perlu perbaiki thaharah, yakni kebersihan lahir bathin. Basuhlah wajah2 mu, bukan hanya 1 wajah. Wajah kita banyak. Bukan hanya wajah Prof. Mansyur Ramly atau wajah Nasaruddin Umar tapi banyak wajah lain. Melalui air wudhulah wajah-wajah itu dibersihkan. Demikian pula bersihkan kepala, bukan hanya kepala fisik, tapi isi otaknya juga.
Hakekat dan hakiki air wudhu, berubah menjadi air suci. Imam Syafii berpendapat air wudhu mensucikan jika diperciki air lainnya akan menjadi hitam. Imam Syafii, adalah wali, ia meminta jangan melap handuk air wudhunya, karena akan menggugurkan dosa.
Dikepala manusia banyak dosa, di mulut juga banyak dosa, makanan dan minuman yang dimakan, apakah sudah halal? Karena itu, separuh penghuni neraka akibat mulut. Oleh karena itu, panca indra dibersihkan melalui wudhu. Seluruh organ yang paling berdosa adalah kepala dan dapat dibersihkan melalui wudhu.
Al-Qur’an menyebut Aqimis shalah (tidak rinci), tetapi wudhu, Allah sendiri yang menceritakan di dalam Al-Qur’an. Mulai wudhu tarekat dan hakiki. Mulailah wudhu dengan khusyu, berdoa setiap membasuh jasmani dalam berwudhu. Berwudhu lagi jika merasa shalat tidak khusyu.
Naik pete-pete di Makassar, banyak yang dilihat. Karena itu, bersihkan mata dengan air wudhu. Shalat hakekatnya, adalah penyerahan diri secara total kepada Allah Swt. Dalam teori militer, angkat tangan artinya menyerah. Allahu Akbar merupakan penyerahan diri kepada Allah, Swt. Itulah artinya kita menyerahkan diri kepada Allah. Jika berucap Allahu Akbar kemudian ada yang teriak bongkar, maka egonya besar. Padahal kata Allahu Akbar paling sering diucapkan didalam shalat.
Ketika membaca Inna shalaatiy, bermakna aku sudah nggak ada lagi. Hanya ada Allah. Ini bahasa langit, dengan berkontemplasi kepada Allah Swt. Ketika ruku’, maknanya aku hanya seonggok nafsu ya Allah. Jika Allahu Akbar menghujat, berarti salah kaprah. Karena itu, wudhu dan shalatlah yang benar.
Pikiran kotor banyak bermunculan dan kita semua menjadi pengamat politik, maka tumpahkanlah segalanya saat berucap Allahu Akbar. Sucikan pikiran kami. Saat sujud ditumpahkan pikiran kotor. Kemudian bangkit lagi, diisi dengan pikiran bersih. Inilah tahalli, takhalli dan tajalli. Pengosongan dan penyerupaan diri dengan Allah. Sajid, berarti aku dari tanah, sajid kedua kita kembali ke tanah. Rekreasi spiritual adalah shalat, Linuriyahu min aayaatinaa. Dia akan diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah Swt.
Jika ada orang meninggalkan wiridnya saja, seakan ia seperti meninggalkan shalatnya. Orang itu bisa meminjam mata dan telinga Tuhan untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia. Alam ghaib setiap orang tidak sama, alam ghaibnya tebal, karena tinggal di basemen. Naik ke Monas akan lihat Jakarta. Orang yang selalu naik, innahu huwasamiyul bashir, Allah maha mendengar dan maha melihat.
Jika orang sudah mikraj, jangan dibohongi, karena percuma membohonginya. Seorang anak tidak bisa membohongi ibunya, feeling ibunya tahu bahwa anaknya main, tidak belajar. Orang kedua, adalah istri shalehah, ia tidak bisa dibohongi. Takutlah terhadap firasat orang yang berkontemplasi dengan Allah.
Satu ayat saja kita bahas hari ini. Ijinkan saya berdoa kepada almarhum KH. Muh. Ramly. Banyak ulama yang layak mendapat pahlawan nasional. Profesor bisa lahir setiap saat, tapi ulama sangat jarang muncul. al fatihah.
Hadir pula pada kegiatan ini, yakni Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Makassar Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, Ketua Yayasan Wakaf UMI H. Mokhtar Noer Jaya, dan Imam Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar sebagai pemberi hikmah.

(HUMAS)