UMI Makassar – Dalam menyikapi peringatan ‘Amarah’ yang sering diperingati segelintir mahasiwa UMI mendapat respon keras dari pimpinan UMI, karena itu Rektor UMI mengeluarkan surat edaran untuk pelarangan aktivitas tanggal 23 dan 24 April 2016 dan pelarangan segala jenis atau bentuk kegiatan peringatan Amarah, hal ini disampaikan rektor UMI saat menerima Kasi Intel Kodam VII wirabuana Serka Inf Yusuf Azhari, Yusuf, Kapolsek Panakukang Wahyuddin Rahman SIP MM di ruang pertemuan rektorat yang juga hadir wakil rektor 2 Dr Ir H Iskandar BP, MSc, wakil rektor 3 Prof Dr H Achmad Gani SE MSI, wakil rektor V Prof Dr H Ma’ruf Hafidz SH MH.

Masrurah menambahkan apabila ditemukan ada oknum yang melakukan aksi menganggu lalu lintas dan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas maka dipersilahkan pihak keamanan untuk melakukan tindakan.

“Silahkan bapak pihak keamanan untuk menangkapnya karena juga menganggu UMI dan masyarakat, dan apabila aksi anarkis dilakukan di kampus maka akan diberikan sanksi pengembalian kepada orang tua alias ‘DO’,” ujarnya tegas.

Sementara itu, Wakil Rektor 2 UMI Dr Ir HNiskandar BP MSC menjelaskan bahwa anak-anak yang melakukan peringatan ‘amarah’ sebenarnya mereka tidak memahami sejarah hanya karena informasi dari segelintir oknum sehingga cenderung menerjemahkan dengan tidak akademik.

“Saya saat itu menjabat dekan Fakultas Teknik dan saat kejadian sementara di fakultas,”ungkapnya.

Sementara itu, wakil rektor 3 Achmad Gani menyampaikan bahwa langkah-langkah telah dilakukan untuk pencegahan diawali dengan rapat koodrinasi dengan wakil dekan 3 menindaklanjuti surat edaran rektor UMI untuk bersama mengantisipasi setiap aktivitas yang mengarah kepada anarkis.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!