UMI Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) berangkatkan umrah sejumlah dosen, karyawan, petugas kebersihan, petugas keamanan, supir dan mahasiswa yang berjumlah 50 orang.

“Program yang telah UMI jalankan sejak dua tahun terakhir ini, semata untuk membantu mereka agar juga memiliki kesempatan bisa menginjakkan kaki ke tanah suci,”kata Rektor UMI, Prof Dr Masrurah Mokhtar MA di sela-sela acara Pelepasan Jamaah Umrah UMI di Masjid Umar Bin Khatab, Rabu (4/2).

Pelepasan jamaah Umrah tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noer Jaya, jajaran wakil rektor, pimpinan fakultas, dan lembaga dalam lingkup UMI.

Prof Masrurah Mokhtar komitmen terhadap janjinya kepada seluruh karyawan dan dosen UMI. Setelah sukses memberangkatkan Umroh Karyawan dan Dosen 2014, kemarin. Tahun ini, Prof Masrurah kembali memberangkatkan 50 orang dosen dan karyawan yang terdiri dari 13 Fakultas.

Prof Masrurah menjelaskan, awal lahirnya program tersebut karena keinginannya untuk memberangkatkan umrah khususnya bagi petugas kebersihan, petugas keamanan dan supir. Keinginan tersebut didasari keyakinan, bahwa mereka akan kurang mampu dapat berumrah jika hanya mengandalkan gaji yang diberikan.

Untuk Mahasiswa berprestasi, UMI memberangkatkan lima orang diantaranya tiga orang dari pemenang debat nasional Mahasiswa yang disiarkan secara langsung oleh TVOne. Selain itu, dua mahasiswa UMI penghapal Al Quran yakni Mardan dan Fadli Katili. Bahkan, Mardan yang juga memiliki prestasi lain sebagai juara pertama pada Lomba MTQ di Padang, menyumbangkan hadiah umrah tersebut untuk sang ibu.

“Lima mahasiswa ini adalah mahasiswa berprestasi, dan selebihnya dari rekomendasi pimpinan fakultas. Terserah dari mereka mau memberangkatkan siapa, yang jelas setiap fakultas mengusulkan satu dosen dan satu karyawan,” jelas Prof Masrurah.

Dikatakan pula, untuk Sopir, Satpam, dan Cleaning Service sendiri,dipilih langsung oleh pihak Universitas. Dalam hal ini, UMI mengupayakan agar seluruh karyawan yang terdiri dari Sopir, Satpam, dan Cleaning Service, bisa menginjakkan kakinya di Tanah Suci, Mekkah.

“Tak semua bisa menginjakkan kaki di tanah Suci. untuk itu kami berinisiatif untuk memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk bisa kesana,” kata Prof Masrurah.

Prof Masrurah menambahkan, dengan jumlah dosen di UMI sekitar 600 orang dan karyawan sekitar 440 orang, pihaknya berharap program ini tak terputus sebelum semua karyawan dan dosen yang mengabdikan diri di UMI berangkat ke Tanah Suci.

“Saya tak mungkin menjabat disini selamanya. jadi saya berharap di pimpinan baru nanti bisa menjalankan terus program ini hingga seluruh karyawan dan dosen UMI sudah ke Tanah Suci,” tukas Prof Masrurah.

Sementara itu, Ketua Yayasan UMI Mokhtar Noer Jaya, mendukung penuh inisiatif Rektor UMI. Menurutnya, dengan memberangkatkan karyawan dan dosen ke tanah suci adalah salah satu upaya Universitas untuk meningkatkan nilai keislaman karyawan dan dosennya, serta mewujudkan keinginan mereka untuk menjalankan rukun islam ke lima.

“Semoga ibadah umroh ini bisa bermanfaat dan benar-benar dijalankan dengan maksimal oleh karyawan dan dosen UMI,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!