UMI Makassar – Hari keempat di Beijing,( 1/8) rombongan Fakultas Hukum yang terdiri atas pejabat dan guru besar dalam lingkup fakultas Hukum dan Rektor UMI study banding ke Negeri tirai bambu melanjutkan perjalanan menuju kota perekonomian di China, Shanghai.

Sebelumnya di kota Beijing kami melakukan penjajakan kerjasama beberapa Universitas diantaranya Peiking University.

Setelah dari kota Beijing kami singgah ke salah satu kota terkenal dengan perkebunan teh hijau (Longjing Cha) yaitu Hangzhou dan kami berkesempatan untuk berdiskusi manfaat teh untuk kesehatan.

Dekan Fakultas Hukum Dr Syarif Nuh SH MH yang didampingi WD III Fak.Hukum Dr Kamal Hijaz SH MH mengatakan alhamdulillah luar biasa peradaban China, mereka sangat disiplin dan memegang budaya sangat kuat, terlihat peradaban budaya mereka dalam keseharian termasuk dalam berkomunikasi mereka tetap dengan bahasa Mandarin, bahasa Inggris pun jarang sekali masyarakat gunakan.

“Perjalanan ini sangat menyenangkan, kami dapat mengambil pelajaran dalam kunjungan ini penataan, infra struktur sangat rapi, dari aspek hukum, kita dapat melihat pada kedisiplinan budaya mereka sangat mendukung penegakan hukum, tidak ada petugas keamanan polisi, tetapi lalu lintas di jalan raya aman lancar dan tertib. Kami juga tidak melihat petani di sawah atau di kebun tapi pertaniannya sangat produktif, banyak pelajaran bisa diambil dari perjalanan yang penuh keakraban,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan, rencana di kota Shanghai, kami juga akan mengunjungi beberapa tempat dan juga ke salah satu universitas di kota Shang hai untuk penjajakan kerjasama pengembangan fak.hukum termasuk student change dan penelitian bersama antar dosen diantaranya Fudan Universitas.

Sementara itu, Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar yang didampingi WD II Fak.Hukum UMI, Dahran Bustami, SH MH ini mengatakan saya sependapat dengan Dekan Fakultas Hukum perjalanan ke Beijing ada beberapa yang bisa menjadi contoh untuk dapat diterapkan, komitmen, ketaatan mereka terhadap aturan termasuk di jalan raya meskipun tidak ada polisi tapi mereka sadar dan taat sebagai pengguna jalan yang taat pada aturan, teguh dalam menjaga budaya mereka.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!