UMI Makassar – Tuntutan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain telah ditelah dicantumkan dalam UU juga dalam era globalisasi  yang tiadak ada sekat yang tisak bisa dihindari karena itu penyelenggaraan bahasa indonesia untuk penutur asing  (BIPA)  sekaligus menjadi tuntutan  untuk merespon permintaan berbagai negara yang tahun 2016  ada 25 negara ditambah SMK  di kawasan Asean seperti italia membutuhkan 10 orang pengajar bahasa Indonesia, Perancis membutuhkan 5 orang dan sebagainya, hal ini disampaikan wakil rektor I Bidang akademik Prof Dr H Syahnur Said MS saat membuka acara lokakarya BIPA yang dilaksanakan Fakultas Sastra UMI ( 27/4) di aula Fak.Sastra Kampus 2 UMI. Nampak hadir ketua asosiasi pengajar dan penggiat bahasa Indonesia untuk penutur asing (APPBIPA) Pusat, Dr Liliana Muliastuti, M.Pd.

wr1 bipa

“Pimpinan Universitas menyambut baik pelaksanaan loka karya ini dan dijadikannya Fakultas Sastra sebagai tuan rumah lokakarya dan pelantikan pengurus BIPA Sulsel yang bertujuan mengembangkan jaringan antar pengajar dan penggiat BIPA di Sulsel serta meningkatkan kapasitas pengajar BIPA di Sulsel dan sekaligus mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Pengajar dan Penggiat Bahasa Indonesia Penutur Asing Sulsel,” ujar alumni Fakultas Ekonomi UMI ini.

Sementara itu dekan Fakultas Sastra UMI Dra Hj Muli Umiaty Noer melaporkan bahwa kegiatan yag berlangsung dua hari ini 27 s.d 28 April 2016 diawali dengan lokakarya dan hari kedua pelantikan pengurus APPBIPA Sulsel dan ditutup malam hari wakil walikota Makassar di rujab wakil walikota jam 19.00.

Peserta diikuti pengajar dan penggiat BIPA se Sulsel dan menghadirkan narasumber ketua dan wakil ketua asosiasi pengajar dan penggiat BIPA Pusat.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!